Dituduh Memeras, Ketua RT Ini Akhirnya Divonis Bebas

image

SEMARANG,BORGOL.COM _ Ketua RT 02 Rw 02 Kelurahan Karangayu, Kecamatan Semarang Barat Ong Budiono yang beberapa waktu lalu dilaporkan oleh warganya sendiri Setiadi Hadinata,SH,MM,MKn dengan tuduhan pemerasan dan pengancaman akhirnya divonis bebas oleh pengadilan negeri semarang pada tanggal 13 juli 2017.

Meski begitu, ong Budiono sempat menikmati tahanan mabes polri selama 10 hari atas kasus yang di tuduhkan kepadanya.

Ong Budiono menjadi terdakwa kasus pemerasan dan penganiayaan. Ia di tuduh pengancaman dan pemerasan saat menarik uang iuran warga.

Saat ditemui di kantor DPP LSM Aliansi Tajam, Ong Budiono mengaku bertemu dengan pelapor (Setiadi Hadinata) pada akhir Januari 2012. Saat itu Pelapor mendatangi rumahnya sebanyak tiga kali tetapi tidak pernah bertemu.

"Setiadi datang ke rumah selalu tidak bertemu saya. Lalu istri saya memberitahukan bahwa ada warga baru yang ingin memperkenalkan diri. Baru pada pertemuan ketiga bisa bertemu," ujarnya.

Menurutnya, aneh jika saya di tuduh memeras dan mengancam, “saya sebagai RT saja tidak pernah mau mengurusi masalah administrasi keuangan, masalah keuangan itu yang mengurus bagian bendahara RT”, ungkapnya.

“Dan pelapor memberikan uang, itu adalah uang iuran dia sebagai warga yang hidup wilayah tersebut. Waktu datang pertama kali mengikuti pertemuan warga pada akhir januari 2012 sudah dijelaskan jika ada iuran warga sebesar 150.000 untuk iuran jaga malam, pembangunan jalan , pemasangan cctv dan lainnya dan dia setuju untuk membayar iuran sesuai aturan ke RT an”, katanya.

Dalam kasus tersebut Ong budiono sebelumnya dituntut lima tahun penjara oleh jaksa penuntut umum, Dalam dakwaan JPU Kejaksaan Negeri Semarang menerangkan jika Setiadi Hadinata,SH,MM,MKn pada tanggal 30 Agustus 2012 untuk pertama kali membayar iuran kepada terdakwa melalui tranfer sebesar Rp.1.500.000,- dan kedua kali pada tanggal 1 Pebruari 2013 kembali membayar iuran sebesar Rp.600.000 kepada terdakwa melalui Kang Po Liong selaku Bendahara RT.02 RW.02 Kel.Karangayu Kec.Semarang Barat.

“Padahal dalam fakta di persidangan saksi Wawan Setiawan yang merupakan anak buah Setiadi di PT.Sinergy Niagatama Indonesia adalah yang menerima tranferan uang dari setiadi untuk kemudian di bayarkan kepada bendahara RT.02 RW.02 yang bernama Supriyono”, jelas Ong.

Akhirnya berdasarkan fakta-fakta di persidangan yang di akui oleh para saksi dan keterangan para ahli ketua RT ong budiono divonis bebas murni. Atas putusan tersebut pelapor menyatakan banding.

Sementara itu pengacara ong budiono Ishak S Ronsumbre, SH,MH menyatakan bahwa apa yang dituduhkan pemerasan terhadap kliennya itu adalah aneh, karena uang itu adalah dana yang sudah dijanjikan pelapor sendiri untuk membantu perbaikan taman dan iuran sebagaimana dia datang dalam pertemuan warga waktu itu.

“Saya meminta kepada pihak terkait, terutama Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk secara tegas menyelidiki kasus ini yang terkesan dipaksanakan.Bahwa apa yang disampaikan pelapor kepada penyidik Bareskrim itu semua penuh kebohongan dan tidak sesuai fakta yang ada”, tegasnya.**TIM

Fri, 28 Jul 2017 @15:10