Suwarno : Saya Katakan Ke Propam, Apa Yang Saya Tahu

image

KENDAL,KORANBORGOL.COM _  Suwarno 51 tahun warga RT 06 RW 03 Desa Sumbersari Kec Ngampel Kab Kendal Senin (13 Pebuari 2017) dipanggil Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Kendal untuk didengar keterangannya sebagai saksi dalam sidang disiplin dalam perkara pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh AKP I Wayan Suprapta mantan Kapolsek Gemuh yang saat ini menjabat Pama di Kesatuan Polres Kendal

Berdasarkan informasi yang dihimpun selain Suwarno Propam Polres Kendal Juga memanggil Nur Muhamad (28) warga RT 05 RW 02 Desa Triharjo Kec Gemuh keduanya dipanggil untuk didengar keterangannya sebagai saksi atas adanya Laporan Polisi. LP/83 /V111/2016/Yanduan tanggal 23 Agustus 2016 lalu .

Usai menjalani persidangan, kedua saksi kepada koranborgol.com menceritakan dalam sidang disiplin yang digelar kurang lebih selama dua Jam di Aula Mapolres Kendal tersebut ia hanya ditanya terkait kebenaran adanya kasus dugaan penggelapan mobil dan sepeda motor dengan Korban saudara Jamadi warga RT 05 RW 02 Desa Triharjo Gemuh .

“Saya hanya ditanya oleh petugas Propam apakah benar yang disampaikan oleh pelapor sdr Jamadi terkait sepeda motor Honda CBR yang pinjam oleh AKP. I Wayan Suprapta yang kemudian tidak dikembalikan selama dua tahun dan diketahui sepeda motor tersebut ternyata telah digadaikan ke orang lain “, terangnya Senin 13 Pebuari 2017 di kantor redaksi koranborgol.com.

Selain itu Kata Suwarno dirinya juga ditanya soal mobil Mitsubhisi T120 SS tanpa STNK hanya Surat Tilang saja yang digadaikan Rusmanto ke Jamadi sebesar Rp 55 jt dengan alasan untuk biaya kuliah anaknya di kalimantan dengan janji dua hari uang akan segera dikembalikan, karena kasihan Jamadi akhirnya memberi pinjaman uang tersebut .

Namun setelah ditunggu hampir dua bulan Rusmanto tidak mengembalikan uang pinjaman itu , justru sebaliknya Rusmanto kalau ditagih malah mengancam Jamadi akan ditembak dan dibunuh. selang beberapa hari kemudian Rusmanto mengajak AKP I Wayan ke rumah Jamadi mengambil mobil tersebut secara paksa.

“Semua peristiwa yang menimpa Jamadi itu betul betul saya lihat sendiri , selain itu uang di ATM Jamadi juga pernah diambil oleh AKP I Wayan dengan alasan hanya ingin melihat saldonya saja ,bukannya hanya ngecek ternyata uang di ATM Jamadi oleh AKP I Wayan S ditransfer ke rekening orang lain dan itu terjadi dua kali “, terangnya.

Sebelumnya pada selasa siang (17/01/17) Manto pernah mendatangi redaksi koranborgol.com bersama tiga temannya untuk mengklarifikasi apa yang disampaikan Jamadi, Manto mengatakan jika apa yang dikatakan Jamadi itu semua bohong. “Saya berani sumpah mati jika sampai pinjam uang kepada Jamadi, justru dia yang utang kepada saya dan pada ibu wayan”, ungkap Manto.

Namun dalam sidang disiplin yang dilakukan oleh Propam Polres Kendal tersebut, menurut saksi Suwarno (51) pihak AKP.I Wayan saat ditanya propram tidak memberikan sanggahan dan tidak bisa menjawab atas apa yang disampaikan oleh pihak saksi dan pihak korban yakni saudara Jamadi.**TIM

Wed, 15 Feb 2017 @12:42