Presiden Jokowi Resmi luncurkan fasilitas kemudahan impor KITE IKM Boyolali

image

Presiden RI Jokowidodo (Jokowi) saat memberikan sambutan di hadapan para pengusaha dan pengrajin tembaga Tumang Ds,Cepogo Boyolali siang tadi .Foto (Moh Utomo)

Boyolali .Koranborgol.Com-Presiden Joko Widodo resmi meluncurkan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) untuk industri kecil dan menengah (IKM). Peluncuran fasilitas  tersebut  secara simbolis  dilakukan di sentra tumang desa Cepogo Kec, Cepogo   , Boyolali. Senin (30/1/17).

Presiden Jokowi dalam sambutanya mengingatkan,persaingan antar pengusaha, antar negara saat ini semakin sengit. Kompetisi juga semakin berat karena perekonomian dunia yang makin menurun. Dia berharap KITE IKM yang diluncurkan bisa benar-benar membantu  dan bermanfaat bagi para perajin di Tumang Boyolali dan daerah lainnya.

"Persaingan saat ini semakin hari semakin ketat, semakin sengit antar pengusaha antar negara. Oleh sebab itu, KITE IKM ini kita harapkan dapat memberikan, dorongan, memberikan motivasi. Karena kalau ini nanti benar-benar berjalan, paling tidak pos biaya produksi yang ada di pengusaha kecil kita bisa ditekan turun. Karena yang gede-gede sudah punya pusat logistik, tapi kalau yang kecil-kecil tidak kita urus mereka akan sulit berkembang," terang Jokowi Di hadapan  puluhan para pengusaha dan pengrajin tembaga itu.

Di jelaskan Jokowi, dari dulu sampai sekarang tambah dia kalou di tanya masalah  pengusaha itu jelas ,mereka butuh apa jelas, kesulitan apa jelas, hanya  tinggal mau menyelesaikan atau tidak kalau mau selesai di pangil di tanya  dah terbuka semuanya .

“semua Itu tugas pemerintah, tugas perbankan, tugas lembaga ,tugas bea cukai ,saya masih ingat  dulu kesini tahun 88 sampai sekarang di banding dulu lebih baik ya, tapi harusnya kalau di berikan ijeksi  di berikan suntikan yang bener bisa loncat desa tumang ini .jelasnya

Sementara itu ,Menteri Keuangan Sri Mulyani  yang juga hadir meyampaikan , Desa Tumang dipilih menjadi tempat untuk peluncuran karena proses bisnis yang ada di sana mewakili tujuan dari fasilitas KITE IKM. Di desa tersebut, terdapat banyak perajin tembaga yang produksinya diekspor sampai ke Eropa, namun bahan bakunya selama ini diperoleh melalui distributor. Dengan fasilitas tersebut, diaharapkan  rantai pasok bisa dipotong, bea masuk dan PPN impornya juga dibebaskan. Sehingga harga produksinya akan lebih kompetitif di pasaran.

"Untuk menggiatkan ekspor para pelaku IKM, kami juga menggandeng beberapa kementerian dan lembaga lain untuk bekerja sama dalam pemberian fasilitas KITE IKM. Di antaranya Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah serta Kementerian Perindustrian," urainya.

Sri Mulyani menambahkan, fasilitas KITE tersebut menyasar kepada industri kecil menengah yang berdiri secara mandiri ataupun yang membentuk konsorsium berupa badan usah, IKM koordinator atau koperasi. Sementara barang-barang yang dapat diberikan fasilitas KITE merupakan bahan baku atau bahan penolong mesin atau barang contoh yang digunakan dalam menunjang proses produksi yang nantinya akan diekspor kembali.

“Pada tahap awal peluncuran KITE IKM,telah ada 22 IKM yang menerima fasilitas ini. kami berharap ke depan akan semakin banyak IKM yang tertarik untuk mendapatkan fasilitas tersebut. Kedepan fasilitas KITE juga bisa dimanfaatkan untuk pembiayaan modal usaha dan pembiayaan ekspor dengan suku bunga yang sangat ringan yang diberikan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia “pungkasnya .

Dari informasi yang di himpun media ini  di ketahui  ada tiga agenda Presiden Jokowi  di Boyolali yaitu, peluncuran  KATE IKM di sentra tembaga tumang ,peresmian pasar Sambi dan  berkunjung ke  SMKN Mojosongo .

Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri  Keuangan RI Sri Mulyani ,Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita , Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,Kapolda Jateng Irjen Pol  Condro Kirono, dan segenap muspida Kab, Boyolali .* (Tomo)

Tue, 31 Jan 2017 @08:17