2016, Ratusan Nyawa Melayang Di Jalur Pantura Rembang

image

REMBANG,KORANBORGOL.COM_ Bermaksud menghindari genangan air di badan jalan, Seorang pengendara sepeda motor diketahui bernama Suparmi (20) warga Desa Woro Kecamatan Kragan tewas mengenaskan terlindas truk trailer setelah terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya  di Jalur Pantura  turut tanah desa Bajing Jowo Kec Sarang atau tepatnya di depan Rumah Makan Kartosuro , Senin (2/1/2017).

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang AKP Muh Rikha Zulkarnaen saat dikonfirmasi mengatakan  berdasarkan hasil olah tkp dan keterangan saksi kronologi kejadian di awal tahun 2017 ini bermula korban pengendara sepeda motor Yamaha Mio dengan nopol K 4129 QM, melaju dari arah timur (Surabaya) menuju barat.

Sesampainya di tempat kejadian, korban menyalip dari sebelah kiri truk gandeng yang berjalan searah didepannya  yang dikemudikan oleh Sukami (42) tahun warga Jenggolo  ” Kec Pelas Kab Kediri dengan Nopol  AG 8244 UT.

“Saat posisi menyalip sampai ditengah tengah  gandengan di badan jalan terdapat genangan air, sepeda motor bermaksud goyang kanan bersamaan kondisi jalan agak bergelombang. Pemotor hilang kendali yang akhirnya berjalan oleng ke kanan . Sepeda motor terjatuh ke kiri, tetapi pengendaranya terjatuh ke kanan dan masuk kolong gandengan,” ungkapnya.

Kasatlantas menekankan, truk gandeng tidak bisa menghindar karena jarak sepeda motor sudah dekat, sehingga menabrak pengendara sepeda motor Mio sampai akhirnya korban meninggal dunia dilokasi kejadian.

“Saat ini  Sopir dan kendaraan yang terlibat laka sudah kami amankan ,” ungkapnya

Berdasarkan data yang dihimpun dari satlantas polres Rembang angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Rembang sepanjang tahun 2016  meningkat hingga menyebabkan korban jiwa sebanyak 123 orang di jalan , Atas kondisi itu Kepolisian Resor  Rembang di tahun 2017 akan memberlakukan jadwal operasional kendaraan berat di luar jam sekolah dan jam kerja. 

Kapolres Rembang, AKBP. Sugiarto belum lama ini  mengatakan  salah satu pemicu kejadian laka lantas disebabkan beroperasionalnya kendaraan berat saat jam sekolah dan jam kerja masuk kantor  . Sehingga mulai awal tahun 2017 ini, pada jam sekolah kendaraan berat dikabarkan akan dilarang melintas pada jam jam tersebut

Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang. Aturan baru akan disosialisasikan kepada para pemilik kendaraan angkut muatan yang masuk dalam ketentuan berat. 

“Untuk kendaraan sumbunya di atas enam sementara berhenti, untuk memberikan kesempatan anak-anak kita supaya aman ke sekolah. Karena rawan sekali, beberapa waktu yang lalu, itu tetap berjalan,” jelasnya

Menurut data Satlantas Polres Rembang, data kecelakaan tahun 2015 sebanyak 431 kasus, dan 97 nyawa, dengan kerugian materiil Rp 591,350 juta. Sedangkan pada tahun 2016 tercatat 470 kasus dengan 123 nyawa melayang, dan ditafsir kerugian matriil mencapai Rp 618,125 juta.

Dari hasil giat operasi tertib berlalu lintas sepanjang 2015, tercatat 21.452 para pelanggar lalu lintas terkena tilang. Dan 14.086 orang mendapatkan peringatan. Sedangkan pada 2016 tercatat 21.503 pelanggar dan ditilang. dan 15.026 orang pelanggar lalu lintas mendapatkan teguran. 

Sedangkan terkait volume kendaraan, dari tahun ke tahun kendaraan berat yang melintas di Kabupaten Rembang terpantau mengalami kenaikan yang cukup signifikan.**Hasan M Yahya

Wed, 4 Jan 2017 @19:35