Kakanwil Kemenag Jateng : Jangan Membuat Kelompok-Kelompok Dalam Bekerja

image

Kakanwil Kemenag Jateng Drs.H.Fahrani,SH,MM bersama Abah Sulthon Basyaiban

SEMARANG,BORGOL.COM _ Kanwil Kemenag Jateng menggelar peringatan hari Bhakti Kemenag ke 71 pada Selasa pagi (3/1/17) di kantor kemenag Jateng Jl.Sisingamangaraja No.5 Semarang.

Dalam sambutannya Kakanwil Kemenag Jateng Drs.H.Fahrani,SH,MM menyatakan, “kalau dulu bekerja ketika ada sesuatu yang sulit ada sebagian yang bertanya ini aturanya bagaimana, tapi ada juga yang diputusi sendiri. Di era kekinian ini akan bermasalah untuk kondisi seperti ini. Karena sekarang ini mindsetnya harus berubah, budaya kerja yang dibangun juga harus berubah”, katanya.

Ditambahkannya, kalau dulu pejabat baik itu mungkin kasi,kabag , kasubag atau kepala kemenag yang manajemennya seperti orang keraton yaitu dilayani sekarang harus berubah yakni dengan turun ke unit kerja-unit kerja, itulah yang selaras dengan tema Hari Amal Bhakti kita tahun ini  “Lebih Dekat Melayani Umat”.

Dengan saya sampaikan ini , harapan saya bisa merubah pola pikir dan budaya kerja. “Jadi, silahkan pergi jika bapak ,ibu memang ada urusan pergi. Ada prosedurnya , Ijin kepada atasan langsung dan diberikan surat tugas keluar, jadi ada aturannya”, tegasnya.

Jadi dengan peringatan ini dengan tema “Pembinaan Mental Aparatur Sipil Negara”, ini sesuai dengan Ide besar bapak presiden Jokowi. Pak Presiden pengennya perubahan yang cepat terkait dengan perubahan mentalitas segenap komponen bangsa dan insya allah akan saya bantu dengan bantuan kabag TU dan kepala bidang di kemenag Jateng ini .

Kakanwil juga meminta kepada jajarannya untuk tidak membuat kelomp[ok-kelompok atau grup-grup tertentu di dalam kantor karena akan menggangfgu kerja kita. “Tolong di kantor ini jangan membuat grup-grup atau kelompok-kelompok  gak usah membuat golongan-golongan. Hilangkan sekat-sekat jangan buat kelompok atau grup itu yang menjadikan kerja kita kurang maksimal”, ungkapnya.

Fahrani menegaskan, dirinya membuat keputusan itu dengan berbagai masukan dari manapun sumbernya. Gak perlu ada intervensi dan insya allah saya tidak mau di dikte tapi kalau masukan dari manapun sumbernya akan saya gunakan.

Karena ini era demokrasi apalagi dengan UU No.5 tahun 2014 demokrasi kita semakin mapan karena ada assesmen, kualifikasi, kempetensi dan penilaian bekerja.

Bagi mereka yang merasa dirugikan silahkan ada salurannya mau lapor Irjen, Kejaksaan, Kepolisian, di PTUN silahkan sepanjang kita sudah bekerja sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku, pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri oleh pegawai Kemenag Jateng, para kabag dan beberapa tamu undangan diantaranya KH.Abdul Munif Sayudi dan Pengasuh Ponpes Al-Manshuriyah Sendangguwo KH.R.Abah Sulthon Basyaiban. **NININ/LILIN

Wed, 4 Jan 2017 @16:08