Dikejar Debt Collector, Iwan "Tersandera" Di Polsek Semarang Utara

image

SEMARANG,BORGOL.COM _ Cara-cara premanisme yang melanggar hukum masih saja dilakukan kawanan debt collektor dalam penarikan unit kendaraan. Seperti yang dialami Iwan, warga Desa Muktiharjo, Pati. Jumat (18/11) pukul 13.30 korban dihadang sekelompok orang yang mengaku mewakili pihak ACC berusaha merampas mobil Nopol B 1027 GFT yang ditumpanginya saat perjalanan di Semarang, tepatnya Jalan Raya Kaligawe.

Merasa terancam keselamatannya, Iwan yang dikejar kawanan tersebut melarikan mobilnya ke arah Semarang kota dan membelokkan ke Polsek Semarang Utara. Di dalam Kantor Polsek, Iwan sempat diintimidasi oleh kawanan debt collector tersebut namun akhirnya dilerai Polisi yang berjaga.

Karena surat penarikan yang dibawa debt collector dinilai tidak sah, kawanan debt collector gagal mengambil  mobil tersebut. Sementara, korban yang merasa keselamatan jiwanya terancam, hingga Sabtu (19/11) pagi, Iwan masih 'tersandera' di Kantor Mapolsek Semarang Utara.

Ketua DPW Gerakan Muslim Penegak Akidah Jateng (GEMPA) Mustaqim menegaskan, peristiwa yang menimpa korban tidak bisa dibiarkan. Menurutnya, pihak kepolisian mestinya melindungi keselamatan jiwa korban. Adapun, persoalan sengketa mobil dia menyilahkan pihak debt collertor untuk menempuh jalur yang konstitusional.

Karena masalah tersebut tidak selesai sampai Sabtu (19/11) pagi, sementara korban masih 'tersandera' di Mapolsek, pihaknya akan mengerahkan massa untuk menuntaskan masalah tersebut. Kemungkinan terburuk, pihaknya akan membakar mobil tersebut di depan kantor Mapolsek pukul 10.00 nanti.

"Polisi mau menengahi silakan, tapi kita tidak mau lagi ada korban perampasan oleh debt collertor. Saya sudah mendapat persetujuan agar mobil tersebut dibakar saja," tegasnya.

Menurutnya, aksi bakar mobil akan dilakukan sepanjang pihak kepolisian tidak bisa mengatasi kasus tersebut, karena dia mensinyalir polisi enggan menangani masalah atau lepas tangan.**DONO

Sat, 19 Nov 2016 @09:51