Edarkan Upal Dengan Modus Beli HP, FAP Diringkus Polisi

image

SEMARANG,BORGOL.COM _ Aksi tiga orang pengedar uang palsu berhasil ungkap oleh Polsek Semarang Tengah. Dua orang dinyatakan buron karena terlibat dalam kasus pengedar uang palsu (upal).

Keduanya bernama Sony dan Yudi tersebut terbukti terlibat dalam aksi kejahatan yang dilakukan oleh Ferry Adi Pamungkas (24), warga Batan Timur III, RT 02 RW 04, Kelurahan Miroto, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang.

Mereka ini merupakan pelaku pengedar upal yang kerap memanfaatkan jejaring media sosial facebook. Adapun sasaran korbannya yakni masyarakat yang hendak menjual berbagai jenis gadget, salah satunya berupa handpone. Upal inilah yang kemudian dijadikan pelaku untuk membeli barang-barang yang akan dijual korban.

Modus mereka berpura-pura memasuki Anjuangan Tunai Mandiri (ATM) sebelum melakukan transaksi. Setelah upal tersebut berpindah tangan dan handpone yang dijual korban sudah berhasil didapatkan, pelaku langsung kabur dengan menggunakan sepeda motor.

Pihak kepolisian sendiri sudah menangkap tersangka Ferry pada Sabtu (10/9) lalu. Dia dibekuk tim Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Semarang Tengah saat bersembunyi di rumahnya. Sementara Sony, rekan pelaku yang ada bersama Ferry saat melakukan aksi, hingga saat ini belum tertangkap dan masih dalam pengejaran petugas.

Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Ifan Hariyat, mengatakan aksi pelaku dilakukan di daerah Jalan Pandanaran Semarang, tepatnya di dekat ATM Bank Mandiri pada Sabtu (3/9) lalu. Saat itu, korban seorang mahasiswa bernama Dody Riyanto (23) warga Kelurahan Tlogosari Kulon, Pedurungan Semarang, yang hendak menjual handpone jenis Xiaomi Redmi Note 2 sudah disuruh pelaku untuk menunggu di lokasi tersebut.

“Modusnya membeli handpone dengan menggunakan uang palsu, delapan belas lembar pecahan seratus ribu. Pelaku dan korban ketemuan di jalan, dari perkenalan lewat facebook. Upaya dia (pelaku) sebelumnya pura-pura masuk ke ATM untuk mengambil uang, setelah berhasil, langsung kabur,” terang Ifan, Jumat (23/9).

Sementara itu, pelaku Ferry mengaku memperoleh upal ini dari seseorang bernama Yudi. Dari penuturannya saat dibawa ke Mapolsek Semarang Tengah, perkenalannya dengan Yudi berawal saat dia masih bekerja di sebuah hotel. “Kenal Yudi saat saya masih kerja di hotel, dia (Yudi) tamu waktu itu. Pernah juga ketemu sewaktu ikut pameran batu, dia pengusaha parfum di Pati,”akunya.

Belakangan, Ferry dan Yudi diketahui masih menjalin komunikasi, hingga kemudian keduanya sepakat bertemu di Semarang untuk mengajak sebuah kerjasama. Nantinya, uang palsu ini ketika sudah dihasilkan dalam bentuk barang, selanjutnya dijual dan dibagi rata dengan perbandingan fifty-fifty.

“Tiga minggu yang lalu datang dari Pati. Terus ngobrol-ngobrol nawarin itu (kerjasama upal). Kalau hasil dibagi rata, satu banding satu. Misalnya handpone dari korban dijual, uangnya saya bagi dua dengan dia (Yudi),” ujar pemuda yang kesehariannya sebagai tukang parkir itu.

Terkait seseorang yang mengaku bernama Yudi ini, Ifan menyatakan, pihaknya sudah berusaha mencari keberadaan orang tersebut hingga ke Pati. Namun, sejauh ini belum tertangkap. Jajaran anggotanya masih berusaha melakukan proses penyelidikan dan penyidikan.

“Kita masih kembangkan, untuk menangkap pelaku lain atau orang yang memberikan uang palsu ini (Yudi). Tim Resmob dipimpin Kanit Reskrim sebelumnya sudah menuju ke Pati tapi belum diketemukan. Ini masih dalam proses penyelidikan,” tambah Ifan.

Dalam kasus ini, barang bukti yang disita polisi diantaranya delapan belas lembar uang mirip seratus ribu, satu buah handpone dengan merk Cross warna hitam dan satu unit kendaraan jenis Yamaha Jupiter nomor polisi H-5780-PF yang digunakan sebagai sarana pelaku.

“Kita akan jerat pelaku dengan Pasal 36 ayat 3 UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang, subsider Pasal 245 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal lima belas tahun penjara,” kata Kapolsek. **RONY

Sat, 24 Sep 2016 @13:15