Polres Tegal Amankan Ribuan Petasan Dari Tiga Rumah Produksi

image

TEGAL,BORGOL.COM_ Tiga rumah yang dijadikan tempat produksi petasan di gerebek oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Tegal Kota pada Sabtu (11/6) dini hari. Hasilnya, sekitar 27 ribu petasan siap edar berhasil diamankan termasuk sejumlah serbuk bahan ledak.

Selain itu, polisi juga mengancam para pemproduksi petasan dengan ancaman hukuman 10 tahun dengan Pasal Undang- Undang Darurat. Kapolres Tegal Kota AKBP Firman Darmansyah,Sik melalui Kasat Reskrim AKP Aris Munandar SH di sela-sela mengamankan barang bukti petasan di wilayah Pesurungan Kidul menegaskan bahwa petasan tersebut diamankan dari tiga lokasi berbeda yakni dari rumah SR, TR dan TU yang merupakan warga Pesurungan Kidul Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal.

“Ada sekitar 27 ribu petasan siap edar ditamkbah dengan kurang lebih seperempat obat bahan pembuat petasan dan alat pembuat petasan kita sita dari tiga orang pedagang petasan di wilayah pesurungan kidul,” imbuhnya.

Aris juga menyampaikan dari tangan SR, yang berlokasi di wilayah RT 3 RW 2 Pesurungan Kidul polisi berhasil menyita petasan jenis leo sebanyak 5.000 butir petasan siap edar serta 10.000 butir petasan belum jadi berikut alat dan bahan obat pembuat petasan.

''Kemudian sejumlah 6.500 butir petasan berbagai jenis lainnya disita petugas dari rumah TR yang berada di wilayah Rt 05 Rw 02 Pesurungan Kidul Kota Tegal serta dari rumah TU sebanyak 8.400 butir petasan,” terang AKP Aris Munandar.

Menurutnya penyitaan petasan itu menjadi rangkaian Operasi Cipta Kondisi Ramadhani dengan sasaran penyakit masyarakat yang akan menyasar seluruh wilayah Kota Tegal diantaranya petasan.

“Kami terus melakukan razia ke beberapa titik yang selama ini diduga menjadi sentra pengedar atau bahkan produksi,” ungkapnya.

Sementara ribuan petasan dan barang bukti lainya diamankan di Mapolres Tegal Kota guna pemeriksaan lebih lanjut. Dihimbau kepada warga untuk tidak membuat bahkan menjual petasan karena sangat berbahaya.

''Para pembuat petasan ini juga ikut kami amankan. Bahkan mereka juga akan kami ancam dengan Undang-undang Darurat soal bahan peledak dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,'' tegasnya.

Penggrebekan rumah pembuat petasan itu sempat membuat perhatian masyarakat sekitar. Bahkan puluhan warga ikut datang dan melihat apa yang tengah dilakukan polisi.**Latif/Dikin

Mon, 13 Jun 2016 @16:22