Lahan Sawit PTPN XIV Burau Digugat Dan Dieksekusi Pepetanib Dan Pegarindo Mengatasnamakan Warga Pemilik

image

 

LUWU TIMUR, BORGOL.COM_  Polemik kebun sawit milik PTPN XIV (Persero) wilayah Burau saat ini tengah digugat oleh  oknum warga Drs. Basri Ambo Alleng asal Kec. Wotu  dan Muh. Yasin warga asal Kec. Burau, yang tengah  melakukan gugatan terkait lahan HGU PTPN XIV (Persero) yang  seluas 110 Ha dengan total keseluruhan gugatan sejumlah 220 Ha, alasan keduanya  melakukan gugatan karena sudah memiliki alat bukti kepemilkan berdasarkan Akta Notaris kepemilikan dengan nomor 658/Daft/2006, yang dibuat oleh TRI RESMATI., SH.,M.,Kn. Yang beralamat kantor di Jl. Borobudur no. 100 Perum. II, Karawaci, Tangerang 15138.

Dengan didampingi oleh dua Ormas yakni PEPETANIB dan PEGARINDO, warga terlebih dahulu menggugat pihak PTPN XIV (Persero) Wilayah  Burau pada beberapa waktu lalu, dengan beralasan telah mengirimkan surat tembusannya  kepada  BPN Pusat di Jakarta,  BPN Provinsi Sulawesi selatan, BPN Luwu Timur, Kapolsek Wotu, Koramil Wotu, serta  Kepala Desa Tarengge yang inti suratnya yakni untuk melakukan eksekusi  penebangan pohon sawit  yang  rencananya  dilaksanakan tepatnya pada hari sabtu (5/3/16) pukul 07.30 wita.

                 Eksekusi  ini ternyata berlangsung  tanpa ada pengawalan dari dari pihak manapun termasuk aparat  Kepolisian setempat yakni Polsek Wotu yang hanya berjarak  satu kilometer dari TKP serta  pihak PTPN XIV Burau, yang  mengakibatakan tujuh pohon kelapa sawit berhasil dieksekusi pelaku,  diketahui aksi inipun dilakukan dengan tujuan untuk mengundang simpatik pihak PTPN XIV (Persero) wilayah Burau.  Terkait kejadian ini pihak PTPN XIV (Persero) Wilayah Burau telah melaporkan para penggugat dengan pengrusakannya  ke Mapolres Luwu Timur.

                Dijelaskan Drs. Basri AA selaku anggota Ormas PEPETANIB dan PEGARINDO bahwa terkait peristiwa ini dirinya sebagai penggugat sudah siap menanggung segala resiko yang diakibatkan atas aksi eksekusi yang dilakukannya , sebagaiman yang diungkapkannya  bahwa ,” kami siap mempertanggung jawabkan semuanya, dan kami juga melakukan eksekusi sudah berdasarkan alat bukti kepemilikan yang kami miliki saat ini, dan terkait hal ini  pimpinan Pusat  kami telah  bersedia  membantu dan sekedar diketahui saja bahwa  segala  yang kami lakukan ini hanyalah bertujuan untuk mengundang perhatian dari  pihak PTPN XIV(Persero) Wilayah  Burau  agar dapat  melakukan gugatan balik ke pihak kami, jelas Basri AA.

                Beberapa  saat setelah terjadi peristiwa ini  para pelaku  penebangan langsung  diringkus dan diamankan oleh aparat kepolisian setempat dan selanjutnya segera di bawa ke Mapolres Luwu Timur guna  dimintai keterangan serta mempertanggung jawabkan atas pengrusakan yang diakibatkan oleh perbuatnnya adapun pelaku eksekusi yang diamankan aparat kepolisian yakni Drs. Basri AA,  Idris, Anto, serta  Muh. Yasin, Sebagaimana diungkapkan AGUS HUSAIN,  ka. SDM PTPN XIV (Persero) Wilayah Burau bahwa dirinya telah melaporkan para penggugat karena dengan sengaja  serta bersama-sama telah  melakukan pengrusakan . 

Sat, 4 Jun 2016 @14:34