Polda Sulsel Gelar Apel Besar "Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas"

image

MAKASSAR,BORGOL.COM_Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan-Barat pimpin Apel Besar Pelopor Keselamatan Lalu-lintas di Provinsi Sulawesi Barat.

 “Apel ini untuk mengingatkan kita tentang Operasi Simpatik yang telah digelar beberapa waktu lalu yang bertujuan terciptanya tertib marka, tertib rambu, tertib parkir, serta tertib pengguna jalan,” kata Kapolda saat memberi sambutan di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulbar, Rabu (30-03-2016).

Beberapa pejabat Pemprov Sulbar terlihat hadir pada apel besar kali ini di antaranya Gubernur Sulbar, Wakil Gubernur Sulbar, Sekda Sulbar, para Kepala Dinas Sulbar, dan para Kapolres jajaran Sulbar.

Tidak hanya itu Muspida Kabupaten Mamuju juga hadir di antaranya Bupati Mamuju, Dandim 1418/Mamuju, Kajari Mamuju, Ketua Pengadilan Negeri Mamuju, serta para Kapolsek, Camat, dan Danramil.

Dalam sambutannya Kapolda Sulselbar mengatakan bahwa manfaat Kawasan Tertib Lalu-lintas (KTL) saat ini masih kurang dirasakan oleh masyarakat dikarenakan sentuhan dari stakeholder yang membidangi lalu-lintas kurang optimal.  

 “Sehingga pada moment Operasi Simpatik yang lalu kawasan tertib lalu-lintas yang sudah ada kita tingkatkan menjadi lokasi penggal jalan tertentu yang ditangani secara lebih terkoordinatif dan terprogram,” katanya.  

 Operasi Simpatik beberapa waktu lalu memfokuskan pada kawasan tertib berlalu-lintas dan menetapkan indikator keberhasilan seperti satu, jalan dan perlengkapannya, alat pengendali dan pengamanan pemakai jalan, fasilitas pendukung tersedia sesuai ketentuan.  

 Yang kedua, katanya, petugas kawasan tertib lalu-lintas proaktif dalam melaksanakan kegiatan penerangan, penyuluhan, peneguran, penindakan, dan pengawasan pengendalian lalu-lintas secara konsisten.  

 Ketiga, kawasan tertib lalu-lintas diharapkan adanya perubahan dan semakin berkembang penggal jalannya sehingga ketertiban dan kepatuhan hukum masyarakat dalam berlalu-lintas pada akhirnya dapat meningkatkan citra disiplin nasional.  

 Empat, kawasan tertib lalu-lintas secara terpadu dan terprogram serta teranggarkan di daerah masing-masing yang didukung oleh pemerintah daerah maupun masyarakat secara luas dan Lima, adanya perubahan tidak terjadi pelanggaran, kecelakaan, dan kemacetan serta kesemrawutan pada kawasan tertib lalu-lintas.  

 “Indikator keberhasilan dan kerja kawasan tertib lalu-lintas dapat memberikan nuansa positif sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh pengguna jalan,” jelas mantan Gubernur Akpol ini.  

 Berdasarkan Anev Operasi Simpatik tahun 2016 Polda Sulselbar didapatkan data awal jumlah lokasi KTL yang dijadikan target operasi sebanyak 29 lokasi, dengan panjang jalan 40.500 meter.   

 Pada akhir operasi bertambah menjadi 30 lokasi dengan panjang jalan bertambah pula menjadi 41.500 meter. Hal ini tentunya memenuhi salah satu indikator keberhasilan Operasi Simpatik 2016 Polda Sulselbar.   

 Dikatakan keberhasilan ini tercapai berkat kerjasama dan kepedulian dari seluruh lapisan masyarakat dan para pemangku kepentingan lalu-lintas.  

 Di akhir sambutannya, Kapolda berpesan untuk mewujudkan komitmen bersama untuk peduli terhadap masalah-masalah keselamatan berlalu-lintas, agar para pemangku kepentingan meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu-lintas.  

 “Bangun budaya tertib berlalu-lintas dan mewujudkan kamseltibcar lantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu-lintas) serta menjadi pelopor keselamatan dalam berkendaraan, dan menjadi contoh kepada masyarakat pengguna jalan lainnya," pungkasnya. * Rudy / Asman

Thu, 31 Mar 2016 @15:01