Arif Masuk DPO Polres Rembang

image

REMBANG-BORGOL.COM_ Polres Rembang menetapakan Arif warga Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

 Arif merupakan rekan dari Saeful Muluk (SM) terduga komplotan pencurian HP Sony X Peria Z3 di SPBU Pantura turut Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem, yang dibekuk polisi di atas bus, Kamis (21/1) lalu. Menurut Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Eko Adi Pramono pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut, salah satunya dengan mengorek keterangan dari SM juga pengembangan di lapangan.

 “SM ini kurang kooperatif dan keterangnya terus berubah-ubah. Sehingga penyidik perlu pengembangan lain salah satunya dengan memburu AF dan kemungkinan tersangka lain,” terang Eko saat geler perkara dengan awak media di ruang gelar Polres Rembang, kemarin (26/1).

Eko menjelaskan Af merupakan pengemudi Mobil Toyota Avansa dengan nomor polisi S 1243 JA yang nekat menabarak mobil warga dan juga mobil kepolisian yang menghadangnya.

“Sementara SM merupakan pemetiknya,” terangnya. Eko menyebutkan komplotan SM setidaknya telah beraksi di rembang sebanyak lima kali, bahkan menurutnya sebelum beraksi di SPBU Lasem dengan menggondol handphone Sony Experia Z3, pelaku pencurian juga sempat menggasak handphone Infinik dan dua Alquran di dalam mobil APV terparkir di Masjid Tireman Kota Rembang.

“Tersangka mengambil tas di dalam mobil APV yang pemiliknya sedang melaksanakan sholat Subuh di Masjid Tireman. Di dalam tas tersebut, terdapat sebuah heandphone Infinik dan Alquran,” jelasnya.

 Setelah berhasil menggasak barang-barang berharga itu, lanjut Eko, pelaku segera bergegas ke daerah Pati. Kemudian terlibat aksi kejar-kejaran yang disertai tembakan ke arah mobil yang digunakan pelaku untuk mencuri. Sebelum akhirnya, terbalik di Desa Gegersimo Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang.

Eko membeberkan modus pencurian yang digunakan kawanan pencuri tersebut dengan memarkirkan mobil yang digunakan pelaku di dekat mobil calon korban.

Setelah melakukan pemantauan dan mendapatkan celah untuk melakukan pencurian, pelaku segera beraksi menggasak barang berharga di dalam mobil sasarannya. “Tempat sasarannya merupakan tempat-tempat umum seperti SPBU, masjid, dan tempat parkir. Yang jelas, sampai saat ini tersangka sudah beraksi di lebih dari lima TKP berbeda di wilayah Rembang,” tandasnya.

Dari tangan pelaku SM polisi mengamankan satu unit mobil avansa, dua tas berisi jimat, satu unit handpone merek onic dan dua al quran diduga merupakan hasil curian.

 Eko menghimbau kepada masyarakat Rembang untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak segan untuk melapor polisi ketika menjumpai hal yang mencurigakan. “Masyarakat Rembang untuk lebih waspada dan berperan aktif mengawasi lingkungan sekitar kalau ada gerak-gerik mencurigakan segera lapor,” ungkapnya.

 Sementara tersangka pencurian heandphone yang terlibat aksi "fast 2 farius" dengan aparat Polres Rembang, Saeful Muluk pada awak media mengaku beraksi dengan tiga orang tamannya dengan menggunakan dua mobil.

 ”Empat orang dengan menggunakan dua mobil. Ketiga teman saya kabur,” katanya. Namun, Muluk masih enggan mengakui terkait keterlibatannya dalam aksi kejaran-kejaran dengan polisi dan sempat menabrak dua kali mobil Resmob Polres Rembang yang menghadang di jalan. Muluk berdalih berada di hotel menunggu teman-temannya yang sedang beraksi.

“Saya di hotel Larasati menunggu teman-teman,”ujarnya. Saat ditanyai terkait banyaknya luka bekas goresan di tangan dan kakinya apakah luka bekas melarikan diri dan bersembunyi di kebun tebu di Desa Gegersimo, Pamotan, Muluk tak bisa menjawab. Tersangka pun langsung diglandang petugas ke sel.

Polisi hingga kemarin masih belum berani membeber berapa jumlah pelaku. Lantaran keterangan SM terus berubah.

 “Sementara ada dua, tapi kami masih terus kembangkan, salah satunya dengan memburu AF... sebagai pembanding keterangan SM,” terang kasatreskrim. **Jy

Wed, 3 Feb 2016 @10:07