Kejati Jateng Gelar Seminar "GAFATAR Ancaman Dan Solusinya"

image

Semarang.Borgol –dalam sepekan ini  Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara).masih menjadi topik hangat pemberitaan  media di seluruh Nusantara . beberapa kalangan menilai Gafatar telah menimbulkan pro kontra di tengah-tegah masyarakat , apakah Gafatar itu organisasi masyarakat atau organisasi keagamaan.

Menanggapi hal tersebut , kejati jateng bekerja sama dengan Forum Wartawan Kejaksaan Tinggi Jateng (Forwakat) mengambil langkah cepat dengan menggelar seminar  yang mengambil tema “Gafatar Ancaman Dan Solusinya” .yang bertempat di aula gedung  Kejati Jateng lantai 4 kamis(28/1/16).

 Kajati  Jateng Hartadi, SH, MH dalam sambutanya  menyampaikan secara hukum, Gafatar tidak terdaftar di pemerintahan, sehingga Gafatar bukan ormas maupun organisasi keagamaan.

“meski tidak terdaftar Gafatar bisa tumbuh subur dan berhasil merekrut dan membujuk semua kalangan dengan program sosialnya. Ironisnya, Gafatar dengan subur menyebarkan ajaran yang menyesatkan,” ujar Hartadi .

Lebih lanjut Hartadi mengatakan ,Gafatar di nilai menyesatkan , karena dalam ajarannya, mereka tidak mewajibkan sholat, tidak mewajibkan puasa dan memiliki syahadat berbeda. Dan yang lebih tragis lagi, mereka mengkafirkan orang yang tidak bergabung dengan Gafatar.“Karena itu, pemerintah bertindak cepat dengan melakukan penindakan,” tambahnya.

Hartadi mengakui, setiap warga negara diperbolehkan berserikat, namun organisasi tersebut harus taat dan tunduk dengan aturan hukum yang ada.

“Untuk itu, Kejati melalui perangkatnya melakukan pengawasan terhadap organisasi yang menyimpang dari norma agama dan norma hukum. Kejati juga melakukan penindakan hukum terhadap tindakan yang menyesatkan salah satunya adalah Gafatar, untuk itu apapun tindakan yang menyimpang dari norma agama norma hukum harus dibubarkan,” tegasnya

Kejati dengan instansi terkait harap Hartadi mempunyai satu visi dalam penegakkan hukum dan proses pembubarannya terhadap ajaran yang menyesatkan dan meresahkan masyarakat .

dalam seminar tersebut  turut di hadiri beberapa narasumber di antaranya  ialah :Anggota MUI Jateng Ahmad Rofik,peneliti Litbang Agama Semarang,Joko Tri Haryanto,Asintel Kejati Jateng Yakob Hendrik  ,Dosen Hukum Undip Hasyim Asari , Wakil Ketua FKUB ,Romo Alisius Budi Purnomo,perwakilan dari Kesbngpol Jateng dan Hendro Basuki sebagai moderator dari pimred Suara Merdeka. (uut)

Fri, 29 Jan 2016 @08:42