BNN Turun Ke Jepara, Gerebek Jaringan Sabu Internasional

image

JEPARA,BORGOL.COM_Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek gudang mebel di Desa Pekalongan RT 07 / RW 02, Kecamatan Bate Alet, Jepara, Rabu (27/1/2016). Dari hasil penggerebekan itu, BNN berhasil menemukan sekitar 100 kilogram sabu yang disimpan dalam puluhan mesin atau sparepart genset.

Usai penangkapan tersebut Kamis pagi (28/01/16) Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso langsung turun ke Jepara untuk memberikan keterangan resmi atas penemuan ratusan kilogram sabu di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara.

Buwas langsung memantau lokasi penggerebekan gudang penyimpanan sabu di gudang CV Jepara Raya Internasional. Budi Waseso datang bersama Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi dan Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin sekitar pukul 11.20 WIB.

Menurut Budi Waseso, adanya narkoba jenis sabu di Jepara ini merupakan sindikat peredaran narkoba internasional. Barangnya sendiri diketahui berasal dari Cina dan masuk ke wilayah Indonesia melalui pelabuhan Semarang.

”Jepara terkenal dengan industri mebel baik impor maupun ekspor. Itu yang dimanfaatkan pelaku untuk mengelabuhi petugas,” terang Budi Waseso.

Menurutnya, ratusan kilogram sabu itu disimpan rapi di dalam mesin genset yang masih dikemas di dalam boks kardus. Barang haram tersebut diselundupkan dan di bawa dalam sebuah kontainer layaknya barang dagangan mebel.

”Kami masih mendalami kasus ini. Dimungkinkan barang bukti bertambah banyak. Untuk sementara masih sekitar 100 kilogram. Masih ada banyak mesin genset yang belum dibongkar,” katanya.

Dia menambahkan kasus ini merupakan jaringan internasional yakni Pakistan. Sebab dari sejumlah tersangka warga negara asing, semuanya warga negara Pakistan.

Dari hasil penggerebekan itu, aparat berhasil mengamankan delapan orang, empat antaranya adalah Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan yakni Faiq, Amran Malik, ,Riaz dan Toriq., sedangkan empat linnya adalah Warga  Negara Indonesia mereka adalah Yulian, Tommy, Kristiadi serta Didit.

Meski masih dalam proses pendalaman oleh aparat. Peran Didit dalam kasus ini cukup penting. Dia merupakan penyewa gudang mebel milik Ujang. Selain itu, dia juga salah satu WNI yang membantu aksi Riaz dalam pendistribusian barang haram tersebut dari Cina ke Jepara.

Didit merupakan pemilik mebel berlabel CV Jepara Raya Internasional di RT 04 RW 03 Desa Pekalongan yang digerebek. Meski begitu dari Didit sempat mengatakan, dirinya sebelumnya mengaku tidak mengetahui jika di dalam genset ada narkoba.**Marno/Sef

Fri, 29 Jan 2016 @08:42