LSM FRAKSI :MABES POLRI DALAM DUA MINGGU AKAN GELAR PERKARA KASUS MAHAD ALY

image

Foto ;Rombongan LSM Fraksi ketika tiba  di Mabes Polri dan Surat Tanda terima pengaduan 

Semarang-Borgol.com-keseriusan   Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM )Front Rakyat Untuk Demokrasi (FRAKSI ) mengungkap  Kasus Dugaan Penyelewengan dana  Pembangunan Gedung Mahad Aly kementrian Agama  Kota Semarang  tahun Aggaran 2008  senilai Rp ,6 Miliar Lebih  ternyata bukan isapan jempol belaka , baru –baru ini mereka  telah  mengadukan Kasus  tersebut  ke -Mabes Polri  setelah sebelumya   ia mengadukan kasus itu Ke Polrestabes Semarang  Namun  Menurutnya tidak  di tanggapi  denggan serius  bahkan kasus tersebut  terkesan Jalan di tempat.

Saat di konfirmasi Borgol.com  Senin (12/10/15 ) Y Budi Santoso selaku ketua LSM Fraksi Jateng menyampaikn  ,pengaduanya tersebut di tanggapi Mabes Polri dengan baik bahkan kata dia dalam waktu dua minggu kasus tersebut  akan  segera di tindak lanjuti dengan memanggil  sejumlah pihak- pihak yang terkait dan segera di Gelar Perkarakan di Mabes Polri.

“pengaduan kami  kemarin telah di terima  dengan baik oleh Wasidik Mabes Polri  dan di tegaskan  bahwasanya kasus  mahad Aly ini di nilai penyelesaianya  terlalu  lama dan berbelit-belit  kami akan panggil itu penyidik yang menangani  kasus ini  ,jangankan pejabat daerah Mabes Polripun kalau penyidiknya masuk angin ,ndak bener kita gelar perkara di sini  kita akan tidak tegas “ungkap Budi Menirukan ucapan Pejabat Wasidik Mabes Polri .

Seperi di bertakan sebelumnya  , Dari data  LSM (FRAKSI) di ketahui Pembangunan Gedung itu tertuang pada Keputusan  Menteri Agama RI No 114 2008 silam tentang perubahan Izin tanah Wakaf yang terletak di Kel,Sambirejo Kec,Gayamsari  Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah,Jl,Akses masuk dari Jl,Alteri Soekarno Hatta menuju Masjid Agung  Jateng dengan penggantian berupa sejumlah uang untuk pembangunan Gedung MA’HAD ALY  sebagaimana yang dimaksud pada Diktum kesatu Pemerintah Daerah  Provinsi Jawa Tengah agar melakukan proses  pereubahan/tukar menukar peruntukan tanah Wakaf dan melaksanakan pembangunan Gedung sesuai dengan prosedur dan ketentuan per bundang-undangan paling lambat 6 bulan sejak persetujuan di keluarkan . 

tetapi dalam praktek di lapangan ternyata  jauh dari harapan  dan patut di duga adanya pihak-pihak yang sengaja mengulur-ulur  pembangunan Gedug  ,mengingat dana tersebut sudah 6 tahun tersimpan di rekening BKM tanpa ada kejelasan dan keterbukaan ke- Publik .kalau misal uang tersebut masuk ke deposito Bank pasti sampai sekarang sudah menjadi  9 Miliar lebih lalu muncul pertanyaan kemana  “mengalirnya uang tersebut “ .

“Kami sangat mendukung pembangunan gedung  MA’HAD ALY  yang sudah di rencanakan  dan telah di putuskan oleh  Mentri Agama sejak  2008 itu  Namun, faktanya sampai sekarang bangunan itu tidak pernah berdiri ” ungkap  Ketua LSM Fraksi   Y,Budin Santoso kepada Wartawan beberapa Waktu lalu.

Menurut Budi, uang miliaran Rupiah itu saat di konfirmasikan kepada pihak  Badan Kesejahteraan Masjid (BKM ) masih ada namun pihak BKM tidak bisa memberikan bukti maupun  keterangan secara rinci dan terbuka sehingga muncul dugaan uang tersebut telah di salah gunakan.

Saat dikonfirmasi secara terpisah, Ketua BKM Kota Semarang, Ahmad Zaenudin mengaku tidak mengetahui persis perihal pergantian status tanah tersebut. Dia mengaku baru menjadi pengurus BKM Semarang periode 2015-2019. Meski begitu pihaknya mengakui adanya penerimaan uang Rp 6,1 miliar dan jumlahnya masih utuh.

"Masih utuh dananya. Pembangunan belum dilakukan karena menunggu turunnya izin menteri agama, tentang izin pembangunan kembali. Posisi uang di Bank Jateng," jelasnya *  (Tim )

Tue, 13 Oct 2015 @00:12