KEJATI JATENG AHIRNYA TAHAN NUGROHO

image

Tersangka :Kadinas PSDA Semarang Nugroho Joko Purwanto saat di giring Ke dalam  Mobil  untuk di lakukan penahanan oleh  Kejati Jateng .

Semarang –Borgol.com  Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (KEJATI) Ahirya menahan  tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kolam retensi di Muktiharjo, Semarang, Nugroho Joko Purwanto yang sempat mangkir pada Rabu (12/8/2015)lalu ,

Nugroho yang menjabat Kepala Dinas PSDA-ESDM Kota Semarang ini sebelumnya telah dipanggil Kejati dalam mega proyek senilai Rp 33,7 miliar namun tidak hadir dengan alasan sakit

Kepala seksi penyidikan (Kasidik) Pidana Khusus Kejati Jateng, Imang Job Marsudi mengatakan, tersangka menjalani pemeriksaan terlebih dahulu sebelum akhirnya ditahan. “Pemeriksaan sudah selesai dilakukan dan berkasnya sudah lengkap (P21). Sehingga, kita lakukan penahanan agar bisa segera dilimpahkan,” ucapnya.

Sebelum penahanan, penjabat (Pj) Wali Kota Semarang, Tavip Supriyanto sempat melayangkan surat permohonan agar tersangka Nugroho tidak ditahan. Tavip beralasan bahwa tenaga Nugroho masih dibutuhkan dalam pemerintahan.

“Iya ada surat dari Pj Wali Kota agar tersangka tidak ditahan. Tapi kami sebagai penyidik menolaknya. Karena kami menilai dia harus ditahan seiring tiga tersangka lain juga sudah ditahan. Jangan sampai ada anggapan tebang pilih,” jawabnya.

Hingga kini sudah empat tersangka ditahan dalam kasus tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan memanggil dua tersangka lain yakni Kabid Sumber Daya Air Energi dan Geologi Dinas PSDA-ESDM, Rosyid Husodo selaku pejabat Pembuat Komitmen (PPKom), dan Imron Rosyadi selaku Konsultan Pengawas. “Rencananya besok mereka akan kami panggil kembali,” jelasnya.

Seperti diketahui Kejati Jateng, telah melakukan penahanan terhadap tiga tersangka. Mereka adalah Direktur PT Harmony International Technology (HIT) Handawati Utomo, Tri Budi Purwanto selaku Komisaris PT HIT dan Tyas Sapto Nugroho selaku direktur CV. Prima Design yang juga sebagai konsultan pengawas. Ketiganya kini berada di Lapas Kedungpane, Semarang.

 

Meski begitu, Kajati Jateng, Hartadi mengaku belum menerima pengembalian kerugian negara. “Belum ada pengembalian kerugian negara. Berarti masih kurang dua tersangka lain. Kita lihat saja perkembangan dua tersangka lainnya,” jelasnya. (uut/ron)

Thu, 20 Aug 2015 @08:18