Buron 5 Tahun, Terpidana Kredit KUT Akhirnya Di Tangkap Kejari Rembang

image

REMBANG, BORGOL.COM_ Kejaksaan Bekuk Terpidana Korupsi KUT Gunem Setelah Diburu Hampir 5 Tahun REMBANG Terpidana korupsi Kredit Usaha Tani (KUT) di KUD Margo Santoso, Kecamatan Gunem, dengan kerugian negara mencapai Rp 888,9 juta, Eko Susiono, yang telah diburu hampir lima tahun akhir berhasil dieksekusi paksa petugas kejaksaan Negeri Rembang, Rabu (29/7) sekitar pukul 12.00.

Terpidana yang juga mantan ketua KUD Margo Santoso sekaligus Kades Telgawah waktu itu dibekuk di kediamannya di Desa Telgawah Kecamatan Gunem. Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Rembang, Eko Yuristianto menyebutkan penangkapan bermula dari infromasi masyarakat tentang keberadaan terdakwa.

”Terdakwa ini bekerja sebagai sopir truk ekspedisi sehingga sulit di tangkap. Setelah kita pastikan di rumah. Terdakwa langsung kita tangkap paksa,” terangnya. Dia menyebutkan eksekusi terhadap terdakwa dilakukan atas surat perintah pelaksanaan putusan pengadilan, nomor Print 890/03.24/Fu.1/07/2015.

Eko membenarkan, Susiono sempat memberikan perlawanan kepada petugas ketika hendak ditangkap. “Sempat juga terjadi kejar-kejaran antara terpidana dengan petugas. Bahkan saat diborgol dan kemudian diangkut di mobil petugas, Susiono nekat berak di celana juga,” katanya.

Kasus yang membelit Eko Susiono diputus oleh Pengadilan Negeri Rembang pada 12 Juni 2006. Susiono yang juga Kepala Desa Telgawah kala itu divonis hukuman empat tahun penjara subsider 6 bulan kurungan dan denda Rp20 juta. Dia juga wajib membayar uang pengganti Rp888,9 juta kepada Negara.

“Uang pengganti wajib dibayar. Ya kasihan juga kalau kami harus menyita harta-benda yang bersangkutan. Tetapi mau bagaimana lagi. Itu tugas kami,” tegasanya. Berdasarkan catatan yang dihimpun, KUD Margo Santoso Gunem mengajukan KUT ke BRI Cabang Rembang sebesar Rp1,76 miliar untuk 35 kelompok tani di wilayah KUD tersebut.

Ketika kredit direalisasikan, dana diterima oleh Ketua KUD Eko Susiono dan Bendahara KUD Nurul Huda yang kini telah meninggal dunia. Dari dana itu, hanya Rp641,8 juta yang disalurkan kepada kelompok tani, sedangkan sisanya sebesar Rp1,12 miliar, diselewengkan oleh ketua dan bendahara KUD. Eko Susiono mengaku kaget saat tiba-tiba petugas kejaksaan hendak menangkapnya.

Saat itu ia sedang duduk di teras rumah. Dia tidak menduga akan dieksekusi, karena mengira akan menang ketika mengajukan kasasi di Mahkamah Agung. Tetapi putusan MA pada tahun 2010, justru memperkuat vonisnya di Pengadilan Tinggi Jawa Tengah dan Pengadilan Negeri Rembang. Susiono mengaku sempat memberikan perlawanan, tetapi petugas berhasil menangkapnya.

“Saya merasa tidak bersalah karena yang bawa bukti-bukti itu kan bendahara (sudah meninggal, red.). Makanya sejak 2013, saya kerja sebagai sopir truk di Sumatera. Pulang kemarin pun, kini saya nyopir juga,” katanya yang ditemui dengan posisi tangan kiri terborgol di kursi ruang tunggu Kejari Rembang. Setelah sempat beristirahat di ruang tunggu, terpidana sekitar pukul 13.20 kemudian di giring petugas ke Rutan Rembang dengan pakaian seadanya dan tanpa alas kaki. **JIYO

Thu, 30 Jul 2015 @09:19