Sembilan Bulan Buron, DPO Ditangkap Polisi Usai Akad Nikah

image

REMBANG,BORGOL_ Setelah buron selama berbulan-bulan tim reskrim Polsek Sluke akhirnya berhasil menangkap Harmadi (23) warga desa Bendo Kecamatan Sluke,pelaku pencurian itu ditangkap polisi saat akan menikah dengan salah satu perempuan warga desa Kaliombo Kec.Sulang pada Kamis (7/5) siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BG, pemuda buron itu nekat keluar dari p[ersembunyiannya karena akan mempersunting  gadis idamannya yang berinisial RU. Polisi yang mengetahui adanya undangan pernikahan itu, kemudian menjadi tamu tak diundang di hari bahagia DPO tersebut.

Belakangan diketahui, harmadi dibekuk lantaran aksinya membobol sekolah di Kecamatan Sluke, Harmadi dan RU datang bersama keluarga mempelai wanita ke KUA Sulang pada  Kamis pagi, saat akad nikah dilangsungkan tiba-tiba polisi datang bersiap melakukan penangkapan.

Namun polisi tidak menyeret Harmadi dari KUA langsung ke Markas Polres Rembang, tetapi diberi kesempatan melakukan prosesi akad nikah di rumah mempelai wanita, Kepala Desa Kaliombo,Rismanto mengaku kaget ketika meerima kabar Harmadi ditangkap polisi seusai akad nikah.

Menurutnya, saat ini keluarganya masih syok dan enggan memberikan keterangan serta tak tahu jika Harmadi terlibat criminal. Kapolsek Sluke AKP.Joko Purnomo saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan itu.”Ya benar Harmadi kami tangkap karena terlibat dalam kasus pencurian dengan pemberatan yang dilakukan di SD Negeri Manggar pada Agustus 2014 silam.

Polisi terpaksa menangkapnya saat akad nikah, karena tersangka terbilang licin. Menurut Joko , Harmadi alias Muntil merupakan DPO polisi dalam Sembilan bulan belakangan. Joko belum bisa memastikantersangka adalah seorang residivis.”Kami masih melakukan pemeriksaan secara intensif untuk mengungkap apakah Harmadi terlibat dalam perkara yang sama ditempat lain”terangnya.

Hingga kini Harmadi masih ditahan di Mapolres Rembang, ditempat terpisah Kapolsek Sulang AKP.Muhmmad Mansur mengaku mendampingkan beberapa anggotanya bsaat melakukan penangkapan.”Penangkapan dilakukan bersama timBuser Polres Rembang”, terangnya. Menurutnya, warga memang bisa menilai penangkapan   seorang tersangka tepat di hari pernikahan tidak manusiawi. Namun langkah itu terpaksa dilakukan agar pengungkapan sebuah kasus pidana menjadi tidak berlarut-larut.’, tandasnya. **JIYO/TO

Mon, 11 May 2015 @10:24