Banser Demak Stop Pembangunan Masjid Di Yayasan Kraton Glagah Wangi

image

DEMAK,BORGOL.COM _Pada Jum’at (24/05) kemarin Banser Kabupaten Demak bersilaturahmi dan mengklarifikasi cerita-cerita masyarakat yang berasumsi bahwa Yayasan Karaton Glagah wangi Dhimak mengajarkan ajaran sesat, menurut Komandan Banser Kab.Demak Mustain, S.Ag,SH, bahwasanya yayasan yang diketuai oleh Soeminto iti sudah dibekukan kegiatanya pada tahun 2010, akan tetapi setelah tahun 2010 kegiatan dimulai lagi malah banyak kegiatan yang menyimpang atau banyak bermunculan makam-makam baru diantaranya Syech Soebakir, hal tersebut bisa menimbulkan kepercayaan yang kurang baik.

Sejarah Demak dimulai sejak berdirinya Kraton Demak yang Raja pertamanya adalah R.Patah, akan tetapi Soeminto merekayasa seakan Yayasan Karaton Glagah Wangi Dhimak adalah silsilah dari keturunan Sunan Kalijaga.

Kalau memang Yayasan kenapa ada pemberian gelar, Sinuhun, Pangeran dan banyak lagi gelar yang diberikan, seharusnya yang berhak dan yang menyandang gelar tersebut adalah Raja-raja dan kerabat raja, inikan bisa menimbulkan ajaran sesat…? Kata Mustain,S.Ag,SH selaku Komandan Banser Kab.Demak.

Kedatangan Banser Kab.Demak ke Yayasan Karaton Glagah wangi dhimak selain bersilaturahmi juga membuktikan cerita-cerita yang berkembang di masyarakat dan mengingatkan kepada Ketua Yayasan agar tidak ada kegiata-kegiatan menyimpang yang dilakukan oleh Soeminto selaku Ketua Yayasan Karaton Glagah wangi Dhimak dengan kata lain semua kegiatan yang menimbulkan ajaran sesat harus ditutup, apabila ada kegiatan-kegiatan lagi maka kami akan hadir kembali dengan mengerahkan masa yg lebih banyak dari masa yang sekarang ini ini, Kata Komandan Banser Kab,Demak.

Seharusnya kalau yayasan setidaknya digapura depan bertuliskan yayasan karaton Glagah wangi Dhimak,  akan tetapi disana tidak ada tulisan semacam itu, apakah itu yang dinamakan Yayasan..? tambahnya kepada borgol.

Namun hingga waktu salat Jum'at belum ada tanda-tanda Suminta muncul,  akhirnya banser membubarkan diri termasuk satuan dalmas yang telah disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi kerusuhan. Sementara itu saat Borgol mencoba menghubungi Raden Suminto melalui seorang kerabatnya,   beliau mengatakan sedang ada acara di Cirebon.

Terpisah Abah Sulthon ketua LSM Tajam menyayangkan niat Komandan Banser Kab.Demak yang akan menutup kraton glagah wangi dan menghentikan pembangunan masjid di komplek Kraton Glagah Wangi, “Padahal masjid itu kan nantinya dimaksudkan sebagai tempat ibadah para peziarah yang hadir berziarah di makam Syech Soebakir, kalau dihentikan ini malah aneh”, kata Abah. ** AGIL/SUMARDI

Mon, 27 Apr 2015 @10:43