Ribuan Pendemo Gugatan Izin Pendirian PT. Semen Gresik Warnai Sidang Putusan Di PTUN Semarang

image

 

Foto:Suasana Demo dan Persidangan  Putusan Di PTUNSemarang

Semarang-Borgol.com -Ribuan masyarakat Rembang  dan Mahasiswa berbagai perguruan Tinggi di Semarang  malukan Aksi Demo di depan Kantor PTUN Semarang terkait sidang putusan antara tergugat PT. Semen Gresik dengan Penggugat Wahana Lingkungan Hidup Indonesia ( WALHI)  itu sempat di warnai ketegangan ,Antara pendemo Pro dan kontra sempat terjadi  saling dorong dengan Petugas Kepolisian namun polisi dengan sigap mengantisipasi mereka.

Pantauan Borgol.com- di lokasi nampak Ratusan  petugas kepolisian bersiap siaga untuk  mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan adanya bentrokan kedua kubu yang terjadi.

Menurut Kapolsek semarang Barat Kompol Padli SH di lokasi Pengamanan kepada Borgol.com menyampaikan ,untuk  mengantisipasi  hal hal yang tidak di inginkan  pihaknya bersama Polrestabes Semarang  telah menerjunkan sekitar 600 san Personil untuk memgamankan jalanya pesrsidangan Putusan tersebut ,katanya.


Sementara itu di dalam persidangan yang di mulai sekitar pukul 10 .Wib Pagi itu nampak majlius hakim membacakan semua berkas Tuntutan sampai ahirnya  Majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang  tidak menerima gugatan yang dilayangkan warga Rembang yang menolak semen dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Tengah terkait izin lingkungan pendirian pabrik Semen milik PT Semen Indonesia.

Hal itu diputuskan majelis hakim yang diketuai hakim Susilowati Siahaan dalam sidang beragendakan pembacaan putusan atas gugatan izin lingkungan yang dikeluarkan Gubernur Jawa Tengah terhadap PT Semen Indonesia di PTUN Semarang, Kamis (16/4/2015).

"Mengadili, dalam penundaan, menolak permohonan penundaan pelaksanaan surat keputusan objek sengketa. Dalam eksepsi, menerima eksepsi tergugat dan tergugat II intervensi tentang tenggang waktu. Dalam pokok sengketa, menyatakan gugatan para penggugat tidak diterima," kata Susilowati Siahaan dalam amar putusannyanya.

Selain tidak menerima gugatan para penggugat, majelis hakim PTUN Semarang juga menghukum para penggugat (warga dan Walhi; red) untuk membayar biaya perkara yang dalam peradilan tingkat pertama diperhitungkan sebesar Rp 313.500.

Dalam penjelasannya, majelis hakim berpendapat bahwa gugatan yang diajukan para penggugat sudah kadaluarsa. Sebagaimana dalam aturan yang ada, maksimal gugatan ke PTUN harus dimasukan 90 hari sejak izin lingkungan dikeluarkan.

"Para penggugat nyata-nyata mengetahui bahwa telah diumumkan izin lingkungan setelah dikeluarkan. Oleh tergugat sudah mengetahui pada 11 Juni 2012, adanya surat tembusan kepada Bupati Rembang tentang adanya izin lingkungan," jelasnya

Sementara itu di pihak Penggugat yakni Kuasa Hukum (WALHI)  Yulianto Simanjuntak SH.langsung Berorasi menemui Warga Masyarakat Rembang menyampaikan kekecewaanya terhadap Majlis Hakim yang telah memenagkan PT semen Gresik .”kami sangat kecewa atas Putusan yang di sampaikan majlis Hakim Hari ini  ,mereka hanya melihat secara formal saja dengan alasan  Gugatan Sudah Kadaluarsa dan  ijin di anggap sudah di sosialisasikan dan di ketahui  warga masyarakat Rembang  padahal fakta di perisidangan masyarakat Rembang tidak satupun yang mengatahui sosialisasi ijin  tersebut “paparnya

Di katakan atas Putusan tersebut  dalam 14 hari  setelah putusan  pihaknya akan tetap berjuang yaitu melakukan Banding  .pungkasnya.**(uut)

 

Fri, 17 Apr 2015 @01:05