Meski Ditentang Dunia Internasional, Terpidana Bali Nine Harus Tetap Dieksekusi

image

Foto: Dua terpidana mati Bali Nine, Myuran Sukumaran dan Andrew Chen.(google)

Jakarta, Borgol.com- Penolakan hukuman mati terhadap dua terpidana kasus Bali Nine, Myuran Sukumaran dan Andrew Chen tidak hanya dilakukan oleh pemerintah Australia. Tidak hanya menolak, pemerintah Australia melalui menteri luar negeri Australia, Julia Bisshop juga mengancam memboikot wisata Indonesia. Beberapa negara dan bahkan juga PBB melalui sekjennya, Ban Ki Moon menentang keras pelaksanaan hukuman mati terhadap keduanya.

Namun meski demikian, pelaksanaan hukuman mati terhadap dua terpidana tersebut harus tetap dilaksanakan. Hal ini disampaikan oleh Sekjen Partai Nasdem, Patrice Rio Capella dan guru besar UI, Prof. Dr. Hikmahanto Juwana.

Menurut Patrice Rio Capella, hukuman mati yang dijatuhkan pada kedua terpidana asal Australia tersebut sudah sesuai aturan. Mulai dari Pengadilan Negeri, pengadilan Tinggi Mahkamah Agung hingga grasi yang ditolak presiden.

“Semua sudah sesuai aturan yang ada, jadi tidak ada keistimewaan untuk warga negara asing,” ungkap Rio.

Sedangkan Hikmahanto Juwana, menyayangkan sikap sekjen PBB yang ikut-ikutan mengecam pelaksanaan hukuman mati terhadap keduanya. Karena terlihat bahwa PBB dikendalikan salah satu negara anggota dan terkesan melecehkan hukum Indonesia.

“Kenapa PBB harus menunjukkan empati kepada pelaku dan tidak pada korban narkoba? Apakah karena keduanya warga Australia? Lalu kemana PBB ketika Rumiyati dihukum mati?,” Jelas Hikmahanto Juwana. ***Zae (dari berbagai sumber)

                                                                                      

 

 

Tue, 17 Feb 2015 @01:00


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar