"Tarzan Betawi" Tersandung Kasus Korupsi TVRI

image

Jakarta, Borgol.com- Pelawak asal Betawi, Mandra ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung.

Pelawak yang namanya melejit melalui sinetron Si Doel Anak Betawi dan Tarzan Betawi ini, dtetapkan sebaga tersangka dalam kasus dugaan korupsi hak siar TVRI tahun 2012, usai menjalani pemeriksaan di Kejagung pada Selasa (10/2) sejak pukul 10.00 -17.00 WIB.

“Sudah ada tersangka dengan inisial MDR, Direktur PT. Viandra Production,” Ungkap Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), R Widyo Pramono sebagaimana dilansir Kompas.com

Selain Mandra, ditetapkan juga Iwan Chermawan, Direktur PT. Media Art Image dan Yulkasmir, pejabat pembuat komitmen (PPK) di TVRI. Menurut Widyo, ketiganya dijerat Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU No 31/1999 jo UU 20/2001 tentang tindak pidana korupsi yang disinyalir merugikan negara sampai Rp. 40 miliar

Mandra menjelaskan bahwa kasus yang membelitnya berawal dari keinginan beberapa pihak yang mendatanginya dan ingin membeli beberapa film milik PT. Viandra Production, production house miliknya. Akhirnya Mandra menjual tiga film miliknya kepada TVRI. Diakui oleh Mandra, bahwa penjualan film melalui beberapa broker dan penghubung.

“Daripada tidak dipakai dan mereka mau membeli ya silahkan saja. Akhirnya saya jual melalui Adriansya dan Iwan,” terangnya.

Ketiga film milik Mandra pun dijual seharga 1,6 Miliar rupiah. “Saya terima Rp. 1,6 miliar secara tunai dan tidak melalui rekening,” tambah Mandra.

Kuasa hukum Mandra, Sonie Sudarsono menyebut bahwa Mandra menjadi korban dan difitnah. Karena total dana yang diterima Mandra hanya Rp. 1,6 miliar, tetapi dalam berkas transaksi semua film Mandra dihargai Rp. 15,3 miliar. Selain itu, ada juga film Robotic asal Malaysia yang oleh pihak broker dan penghubung dimasukkan dalam film milik Pt. Viandra Production.

“Tiga film klien kami yang dijual adalah Jenggo sebanyak 26 episode, per episode dihargai 35 juta, Gue Sayang sebanyak 20 episode, dihargai 15 juta per episode dan Zoro sebanyak 25 episode, dihargai 15 juta per episode. Sehingga total dana yang diterima klien kami hanya Rp. 1,6 miliar, bukan Rp. 15,3 miliar sebagaimana tertulis dalam berkas transakasi. Jadi ini janggal, harus diperiksa” ungkap Sonie.***Zae

Sun, 15 Feb 2015 @19:02


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar