BNN Jateng Berhasil Bekuk Kurir Narkoba yang Dikendalikan Napi Nusakambangan

image

Foto :BNN Jateng dalam pengungkapan Kasus Pengedar Narkoba Jenis Sabu yang di kendalikan Napi Lapas Nusakambangan Cilacap Jawa Tengah.

Semarang, Borgol.com- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah  berhasil membongkar sindikat pengedar narkoba jenis sabu yang dikendalikan oleh narapidana di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jateng. Keberhasilan itu tidak lepas dari kerjasama dengan Tim Intelijen BNN pusat   pada selasa (3/2) yang menginformasikan adanya rencana penyelundupan narkoba jenis sabu dari terminal Pulo Gadung, Jakarta dan dibawa oleh seorang kurir menggunakan bus Raya dengan tujuan akhir terminal Tirto Nadi solo .

Tim Intelijen terus membuntuti  kurir  yang di ketahui bernama Agung Sedayu Widiyarso  hingga sampai di Semarang, bus yang di tumpangi kurir narkoba itu berhenti di SPBU Sukun Jl. Setiabudi Semarang. Tim BNN jateng tidak mau ambil resiko dan dengan sigap langsung menghadang bus.  Dan dari  hasil penggeledahan, ditemukan 6 bungkus plastik berisi sabu seberat 297 gram yang dibawa oleh tersangka   Agung  SW yang duduk di barisan kursi paling belakang .   Plastik sabu tersebut ditempatkan di kardus bedak tabur,” ungkap Kepala BNNP Jateng, Kombes Soetarmono,   menjelaskan kronologi penangkapan terhadap tersangka sewaktu melaksanakan   gelar perkara di Kantor BNN Jateng, Jl. Madukoro Semarang pada Senin  (9/2/15)

"Dari hasil pemeriksaan, kurir ASW ini mengaku dikendalikan oleh dua orang di LP Narkotika Nusakambangan Cilacap ,"jelas Soetarmono

Lebih lajut Soetarmono mengatakan,Setelah berkoordinasi dengan Kanwil Hukum dan HAM Jateng, sekitar pukul 01.00 hari Kamis (5/2), tim pemberantasan BNNP Jateng memasuki Lapas Narkotika Nusakambangan. Dari hasil penggeledahan ditemukan handphone Nokia silver dari napi bernama Sartoni alias Toni dan handphone Smartfren dari napi bernama Sutrisno alias Pak Tris. Dua Napi itulah yang mengendalikan Agung untuk mengambil dan mengantar pesanan.

Menurut Soetarmono, kualitas sabu yang dibawa Agung  adalah kualitas nomor satu dengan harga mencapai Rp 2 juta per gram. Sartoni mendapatkan sabu itu dari hubungan dengan sindikat Nigeria.

"Modus sama dengan yang di Lapas Kedungpane dulu. Pakai handphone, transfer pakai e-banking. Pakai kurir tinggal ambil barangnya. Barang itu menurut info yang diterima, akan diedarkan di Solo Raya," terang Soetarmono.

Dari hasil pemeriksaan para tersangka, akhirnya diketahui peran masing masing. ASW berperan sebagai kurir, Sartoni als Toni berperan sebagai bandar yang mencari barang haram tersebut, sedangkan Sutrisno als Pak Tris berperan merekrut Kurir ASW dan mengirim uang akomodasi .**(tom/zee)

 

Tue, 10 Feb 2015 @12:39


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar