Pasien Demam Berdarah Banjiri Rumah Sakit di Grobogan

image

GROBOGAN,BORGOL.Com- Beberapa Rumah Sakit Di Grobogan Jawa Tengah mulai dipenuhi pasien demam berdarah yang rata rata berusia balita. Pada tahun 2014 sampai Januari 2015, kasus demam berdarah di Grobogan telah menewaskan 11 orang, mayoritas anak-anak dan satu diantaranya balita berusia 8 bulan.

Rumah sakit PKU Muhammadiyah Gubug, Grobogan, Jawa Tengah, pada Januari hingga Febuari 2015 telah merawat enam pasien yang terjangkit gejala demam berdarah. Satu diantaranya positif demam berdarah, sedang lima lainnya baru gejala. Satu pasien yang positif terjangkit adalah Mugi (21), asal desa Ngroto, Gubug yang sudah terbaring lemas di ruang inap RSU PKU Muhammadiyah selama satu minggu.

Menurut Direktur RSU PKU, Dr. M Arif Rida, pasien yang sudah menjalani perawatan kondisinya sudah membaik, dan tidak ada satupun pasien demam berdarah yang dirawat di RSU PKU Muhammadiyah meninggal. “Para dokter dan perawat selalu mengontrol pasien demam berdarah dan selalu memberikan pelayanan terbaik. Kami juga selalu mengingatkan agar pasien selalu banyak minum air putih serta makan teratur. Alhamdulillah semua pasien sudah membaik,” terangnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian, Pencegahan dan Pengendalian Lingkungan (P2 PL) Dinas Kesehatan Grobogan, Slamet Widodo, mengatakan bahwa menurut data yang didapatkan dari seluruh rumah sakit di Grobogan, pada tahun 2014 pasien DBD di Kabupaten Grobogan mencapai 792 pasien, 10 diantaranya meninggal dunia dan semuanya anak-anak. Sedangkan pada bulan Januari-Februari 2015, keseluruhan pasien DBD berjumlah 125 dengan mayoritas anak-anaik sebagai korban.

“Tahun 2014, penderita demam berdarah berjumlah 792 pasien dengan 10 korban meninggal dunia. Pada tahun 2015 ada 125 pasien dan satu pasien yang berusia delapan tahun meninggal dunia,” ungkap Slamet.

Terpisah, ketua DPC LSM TANJAM Kabupaten Grobogan, Hartono mengatakan bahwa harus lebih waspada pada serangan nyamuk yang banyak bersarang dan bertelur di genangan air yang tenang dan dirumput atau daun-daun yang tergenang ada air, apalagi dengan datangnya musim hujan. Hartono juga berharap agar Dinas Kesehatan kabupaten Grobogan, harus lebih peka  terhadap wabah demam berdarah, dan tanpa menunggu adanya korban maupun laporan dari masyarakat, agar segera melaksanakan fooging atau pengasapan.

“kami menghimbau agar masyarakat lebih waspada pada serangan nyamuk Aedes Aegepty, kami juga meminta kepa Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, supaya lebih tanggap menghadapi serangan demam berdarah. Harus degera dilakukan pengasapan sebelum jatuh korban,” ujatnya.

Sedangkan salah satu anggota Komisi D, DPRD Kabupaten Grobogan H.SARJONO, mengaku sudah menegur Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Grobogan, Dr Juairi Angkasa untuk segera melihat, mendata dan menerima masukan atas banyaknya pasien demam berdarah yang dirawat di berbagai rumah sakit. Serta  segera memberi bantuan, baik pengasapan maupun obat abati untuk pemukiman warga. “ kalau memang dinas ada program bantuan lebih baik segera ditangani sebelum banyak pasien yang nantinya fatal hingga meninggal Dunia.” Akunya pada koranborgol.com **(MT.REDI)

 

 

Sat, 7 Feb 2015 @10:16


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar