Kompolnas Harus Menelusuri Rekam Jejak Calon Kapori Baru

image

Foto: Komjen Pol Budi Gunawan memberikan keterangan pers usai dijadikan tersangka oleh KPK

Jakarta, Borgol.Com- Akhirnya, muncul kabar yang menyebutkan bahwa Komjen Pol Budi Gunawan batal dilantik menjadi Kapolri. Budi Gunawan yang diajukan oleh presiden sebagai calon tunggal Kapolri, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, atas kasus kepemilikan rekening gendut hanya sehari setelah pencalonannya. Sehingga proses pencalonan Budi Gunawan yang telah disetujui DPR menuai pro-kontra dari berbagai kalangan.

Karena Budi Gunawan sudah dipastikan batal dilantik, sebagaimana penuturan anggota tim 9, Syafi’i Ma’arif. Mau tidak mau, Presiden harus mengajukan calon baru untuk mengisi kekosongan jabatan Kapolri yang saat ini djabat oleh Komjen Pol Badroddin Haiti sebagai Plt.

Prosesnya dimulai dari awal. Kompolnas mengajukan nama kepada Presiden, Presiden mengajukan nama-nama yang didapat dari Kompolnas kepada DPR.

Politisi PPP, Asrul Sani ikut buka suara perihal pencalonan Kapolri Baru. Dia mendesak pelibatan KPK dan PPATK dalam pemilihan nama-nama yang akan diajukan oleh Kompolnas kepada Presiden.  Bahkan kalau perlu dilibatkan juga Komnas HAM dan Kejaksaan Agung untuk menelusuri rekam jejak calon kapolri.

“Presiden tingggal terima bersih, artinya semua sudah lengkap. Apalagi ketika nama-nama calon Kapolri diserahkan pada DPR. Sehingga DPR tinggal lihat visi-misi, dan selesai sudah. Tidak perlu ada pelacakan lagi, supaya tidak terjadi pengulangan (seperti saat ini_red),” Ujar Asrul Sani sebagaimana dilansir oleh metrotvnews.com

 

Dalam pernyatannya, Asrul Sani seperti berharap agar proses pelacakan rekam jejak calon kapolri, selesai di tangan Kompolnas. *** Zae

Fri, 6 Feb 2015 @02:03


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar