Pengunduran Diri ditolak Pimpinan, Nasib Bambang Tergantung Presiden

image

Foto: Wakil Ketua KPK, Bambang Widjajanto memberikan konfernsi pers didampingi Deputui Pncegahan KPK, Johan Budi pada 26 Januari 2015

 

Jakarta, BORGOL.COM- Surat pengunduran diri sementara dari wakil ketua KPK yang diajukan oleh Bambang Widjojanto, pada Senin (25/1) ditolak oeh pimpinan KPK.

Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi mengatakan, alasan pimpinan KPK menolak pengunduran diri Bambang, adalah karena para pimpinan yakin kalau kasus yang menimpa Bambang Widjojanto itu murni upaya kriminalisasi atau rekayasa. “Dengan keyakinan itu, semua pimpinan menolak,” Ujar Johan sebagaimana dilansir Tempo.co

Selain alasan itu, Johan Budi juga menyebutkan alasan lain yang mendasari sikap para pimpinan terhadap pengunduran diri Bambang, yakni jumlah pimpinan KPK yang tinggal empat orang setelah Busyro Muqoddas habis masa jabatannya. Sehingga tenaga Bambang Widjojanto masih sangat dibutuhkan oleh KPK,.

“Pimpinan KPK tinggal empat, jika Pak Bambang mengundurkan diri maka tinggal tiga. Karena itu pimpinan menolak pengunduran diri pak Bambang,” Sebutnya.

Namun meski demikian, para pimpinan KPK masih menunggu keputuisan Presiden mengenai pengunduran diri Bambang, sesuai dengan Undang-Undang nomor 32 tahun 2002 tentang KPK.

“Apakah Presiden akan mengeluarkan Keppres pemberhentian sementara untuk Pak Bambang sesuai dengan UU Nomor 32 Tahun 2002 Pasal 32 atau tidak, kami belum belum tahu, belum ada informasi soal itu,” ungkap johan Budi

Menanggapi penolakan dari pimpinan KPK tentang pengunduran dirinya, Bambang mengaku semua keputusan ada di tangan Presiden sesuai dengan ayat 3 Undang-Undang KPK. “Saya tunggu saja Keputusan dari Presiden,” Jelas Bambang.

 

Sebab apapun keputusan yang dikeluarkan oleh pimpinan KPK tentang pengunduran diri Bambang Widjojanto, harus disampaikan kepada Presiden, dan harus menunggu persetujuan Presiden sesuai dengan amanat konstitusi.***Zae

Tue, 27 Jan 2015 @15:16


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar