JELANG NATAL DAN TAHUN BARU POLDA JATENG GELAR RAPAT KOORDINASI LINTAS SEKTORAL OPS LILIN CANDI 2014

image

Foto :Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Jawa Tengah Kombes Pol Drs. Wahyudin mewakili Kapolda Jateng memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral kesiapan Operasi Lilin Candi 2014 di Aula Mapolda Jateng

Semarang,Borgol.com-Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali melalui Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Jawa Tengah Kombes Pol Drs. Wahyudin telah memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral kesiapan Operasi Lilin Candi 2014 di Aula Mapolda Jateng, Rabu (17/12) pukul 09.00 Wib.

Dalam sambutannya Irwasda Polda Jateng menjelaskan, Satgas Polda Jawa Tengah bersama Satgas Polres jajaran yang didukung instansi terkait serta mitra Kamtibmas lainnya dalam penyelenggaraan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Lilin Candi 2014” dilaksanakan selama sepuluh hari, mulai tanggal 24 Desember 2014 pukul 00.00 Wib s.d 2 Januari 2015 pukul 24.00 Wib, di seluruh wilayah hukum Polda Jawa Tengah, dalam bentuk bentuk operasi pemeliharaan keamanan dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif yang didukung penegakan hukum serta deteksi dini dalam rangka pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2015, guna mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif.

“Operasi kepolisian terpusat dalam rangka pengamanan Natal 2014 dan Tahun Baru 2015, bersifat terbuka dalam bentuk operasi pemeliharaan keamanan yang dilaksanakan dengan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, agar masyarakat dapat merayakan Natal dan tahun baru dengan aman dan anyaman” tegas Irwasda Polda Jateng

Sementara itu Karoops Polda Jateng Kombes Pol Drs Subandi memaparkan, rencana yang menjadi Target Operasi selama Operasi Lilin Candi 2014 antara lain :

a. Tempat, meliputi : Gereja, Sentra Perekonomian di Jawa Tengah, Perbankan dan tempat-tempat lain terkait transaksi keuangan, Pemukiman yang ditinggalkan penghuninya, Jalur utama mudik, Terminal Bis, Stasiun kereta dan Bandara, Obyek wisata;

b.  Orang, meliputi : Umat nasrani yang merayakan Natal, Masyarakat Jawa Tengah yang merayakan pergantian tahun baru, masyarakat yang berekreasi dan masyaarakat lain yang terkait langsung atau tidak langsung dengan kegiatan Natal dan Tahun Baru;

c.  Barang/Benda, meliputi : Mirasberkadar alcohol tinggi dan miras oplosan, Senjata tajam, Senpi illegal dan rakitan, Bahan peledak (Bom dan Petasan) dan Narkoba;

d.  Kegiatan, meliputi : Kegiatan Misa malam Natal, misa Tahun Baru, Perayaan malam Tahun Baru, kegiatan pengamanan tempat wisata dan kegiatan mudik libur Natal dan Tahun Baru.

“Personel Polri yang dilibatkan dalam Operasi tersebut sebanyak 10.634 orang, yang terdiri dari Anggota Mapolda Jateng sebanyak 1.000 personel dan Satuan Wilayah di jajaran sebanyak 9.634 personel.” paparnya

Sebagaimana diketahui, menjelang perayaan Natal dan pergantian Tahun Baru, aktifitas masyarakat menjadi meningkat mulai dari kegiatan agama di gereja-gereja, perayaan pergantian tahun baru maupun tempat-tempat rekreasi dan hotel. Kegiatan tersebut akan mempengaruhi mobilitas manusia dengan menggunakan berbagai sarana dan prasarana angguktan, baik darat, laut maupun udara.Akhirnya konsentrasi massa pada saat itu melonjak tajam. Situasi ini dapat menimbulkan kerawanan yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas di masyarakat, seperti : kemacetan, kebut-kebutan, kecelakaan lalu lintas, penganiayaan, pemerasan, mabuk-mabukan, main petasan, tawuran antar kelompok, sabotase, teror Bom dan juga bencana alam.

porsenil yang diterjunkan itu lanjut karoops, akan didukung dengan ribuan kendaraan bermotor dan peralatan alsus lain. Berdasarkan data dari Biro Operasional Polda Jateng, Kapolda Jateng dan Kapolres se jajaran telah menyiapkan peralatan untuk mendukung kegiatan operasi tersebut, berupa : Ranmor Roda 2 sebanyak 4.940 unit; Ranmor Roda 4 sebanyak 1.700 unit; Ranmor Roda 6 sebanyak 273 unit; Ambulance sebanyak 66 unit; Helikopter (BKO Mabes) 1 unit; Rantis sebanyak 164 unit; Satwa anjing sebanyak 78 ekor, Satwa kuda sebanyak 7 ekor; Alsus lain sebanyak 4.324 unit dan penggelaran CCTV sebanyak 140 unit.

Hal itu dimaksudkan agar Polda Jawa Tengah tidak kecolongan, karena di Jawa Tengah ada sebanyak 2.814 gereja (2.337 buah Gereja Protestan dan 477 buah gereja Katholik). Selain itu ada 232 buah pusat sentra perekonomian; 6 pelabuhan; 3 bandara dan 79 buat stasiun kereta api. Sedangkan tempat obyek wisata sebanyak 194 tempat dan 96 tempat yang akan digunakan sebagai tempat perayaan tahun baru 2015.

Untuk itu Gereja-gereja, Mall-mall/Pasar, pusat perbelanjaan, stasiun/terminal/ bandara, tempat wisata dan perumahan yang rawan kejahatan akan menjadi fokus pengamanan pada operasi “Ini semua untuk memberikan rasa aman Kepada masyarakat pungkas Karoops mengakhiri paparannya. (**uut/Humas)

 

Thu, 18 Dec 2014 @20:58