LCKI JATENG LAPORKAN DUGAAN KECURANGAN PEMBANGUNAN PASAR PROJO TAHAP II KE-KEJATI JATENG

image

Foto :Ketua LCKI Jawa Tengah, Adi Siswanto Wisnu beserta rombongan saat mendatangi Kejaksaan Tinggi Jateng beberapa waktu lalu 

 

SEMARANG- Borgol.com-Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Jawa Tengah beserta 10 Gabungan  LSM  beberapa Waktu Lalu resmi mengadukan  dugaan kecurangan pembangunan Proyek Pasar Projo  tahap II Ambarawa Kabupaten Semarang Ke- Kejati Jateng ,

 Dalam laporan itu rombongan di terima langsung oleh As Intel Kejati Jateng Yacob Hendri dan Humas ibu Eko

.Ketua LCKI Jawa Tengah, Adi Siswanto Wisnu pada Borgol.com rabu (12/11/14 )siang  mengatakan, kecurangan dalam pembangunan pasar tersebut diduga dilakukan oleh pihak Dinas dan kontraktor. Dalam pembangunan tersebut, telah menelan anggaran kurang lebih Rp 24 miliar.

 "Kecurangan yang sudah kami investigasi yaitu pada pembangunan kusen fabrigasi pintu folding gate yang terbuat dari baja. Dari ketebalan 0,8 mm berdasarkan kontrak, hanya dikerjakan dengan ketebalan 0,4 mm," papar adi.

 Dari ketebalan 0,4 mm itu, kata adi , tetap dibayar seharga Rp 550 ribu per meter perseginya. Padahal, berdasarkan kisaran harga di pasaran hanya dengan ketebalan tersebut harga hanya Rp 325 ribu per meter persegi.

"Padahal berdasarkan rencana anggaran belanja (RAB), harusnya Rp 550 ribu itu dapat yang ketebalan 0,8 mm. Artinya ada kerugian Negara sekitar 400 Juta  jika kemudian dibelikan hanya dengan ketebalan 0,4 mm," jelasnya.

 Selain temuan itu, Adi menduga masih banyak kecurangan yang dilakukan oleh pihak kontraktor yaitu PT Handaru Adi Putra selaku pelaksana proyek . Dia mencontohkan kecurangan pada bangunan pasar. Oleh karenanya, LCKI menginginkan Kejati Jateng melakukan penyelidikan terhadap pembangunan Pasar Projo Tahap II tersebut.

”pembangunan proyek sebenarnya sudah berjalan 88  persen  dan mungkin hingga saat ini lebih ,Kami ngin sebelum di lakukan serah terima  untuk di hentikan dulu pekerjaanya mengingat untuk keperluan penyelidikan  Kejati Jateng ungkapnya  ,

 Adi  mengaku selain mengadukan kasus ini ke- Kejati dalam waktu dekat pihaknya juga akan megadukan ke Polda Jateng dan kantor  tipikor,”  tandasnya. **(uut/Frin)

 

 

 

Thu, 13 Nov 2014 @07:21