Arogansi Oknum pegawai Pajak GMBI TEGAL:Bela Wajib Pajak Sama Halnya Bela Negara

image

Tegal:Borgol.com- Ketua Wilayah Teritorial (Wilter) Jateng LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) H. Nur Abadi, mengatakan Pajak merupakan salah satu kewajiban yang harus ditanggung dan dibayar oleh semua wajib pajak (WP). Tapi bila dalam pemungutanya menggunakan cara-cara intimidasi,arogansi, maka pajak berubah menjadi sebuah momok yang menakutkan bagi para pengusaha. Yang pada akhirnya hal itu dapat menimbulkan dampak devisit Negara, lantaran banyaknya pengusaha yang lebih memilih untuk menutup usahanya

Menurut Nur Abadi, sejauh ini pihaknya yang berada di distrik Tegal telah banyak menerima keluhan seputar masalah pajak, dari sejumlah pengusaha di tiga daerah. “Selain dari nelayan, keluhan tentang adanya tingginya nilai pungutan pajak dan sikap arogansi petugas pajak dalam cara penagihan, juga kami terima dari sejumlah pengusaha yang ada di Kabupaten Tegal, Brebes, dan Kota Tegal,” katanya, saat ditemui Borgol.com di sekretariat LSM GMBI Kota Tegal, dalam acara Safari GMBI, baru-baru ini.

Keluhan mereka, masih menurut penuturannya, rata-rata lebih fokus pada seputar aksi yang dilakukan oleh oknum petugas pajak Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama, yang melakukan penagihan. “Kabarnya petugas pajak yang datang untuk melakukan penagihan bersikap aneh-aneh. Ada yang dengan cara membentak-bentak wajib pajak, memojokkan wajib pajak dengan tuduhan negatif yang tidak pernah dilakukan oleh yang bersangkutan, dan ada juga oknum petugas pajak yang sampai meminta agar wajib pajak menunjukkan isi dompetnya.”ucapnya

Bahkan, tambahnya, beberapa orang pengusaha pernah diibaratkan ayam petelor. “Kami sangat miris ketika mendengar adanya oknum petugas pajak yang secara langsung menyampaikan kepada wajib pajak, bahwa para pengusaha ibarat ayam petelor, diambil telornya kemudian kalau sudah tidak bisa bertelor lagi harus dipotong. Tapi sejauh ini saya belum mengkroscek kebenaran ucapan itu. Namun jika ucapan itu benar, rasanya sangatlah tidak pantas.” Kata dia geram

Nur Abadi menegaskan, para pengusaha merupakan salah satu asset bangsa. Maka tidak seharusnya mereka menerima perlakuan yang tidak pantas. “Kalau memang pengusaha melakukan kelalaian dalam perpajakan, masih ada cara lain untuk mengingatkan mereka. Tidak dengan cara-cara yang banyak mereka keluhkan kepada kami. Bahkan yang membuat kami lebih miris, beberapa diantara mereka lebih memilih menutup usahanya, lantaran selalu dihinggapi ketakutan.

Untuk itu, lanjut Nur Abadi, pihaknya berjanji akan membantu semua WP yang terdzolimi. Hal itu dilakukan untuk melindungi para WP, yang merupakan salah satu asset, penghasil bagi Negara. “Secara tidak langsung para wajib pajak itu bekerja untuk Negara. Negara tidak akan bisa berdiri dan maju tanpa adanya wajib pajak. Karena itu, untuk mempertahankan NKRI, kami siap membantu para wajib pajak yang terdzolimi oleh oknum pajak. Karena membela wajib pajak, sama dengan bela Negara, bagi kami NKRI itu harga mati, GMBI sampai mati untuk kami,” pungkasnya.

Sampai saat ini, Kepala KPP Pratama Kota Tegal Johny Viektor SE M.SE ketika akan dikonfirmasi terkait masalah tersebut, yang bersangkutan tidak bisa ditemui. **(tom/tim)     

 

 

Wed, 5 Nov 2014 @04:19