Mahasiswa Pati, Desak Penanganan Korupsi PSSI

image

SEMARANG – Borgol.com-Desakkan penyelidikan kasus dugaan korupsi dana hibah bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati tahun 2010 dan 2012 terhadap PSSI Kabupaten Pati, dengan terlapor mantan Ketua Umum dan Bendahara Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Kabupaten Pati, Sunarwi dan Mudasir terus dilakukan. Pasalnya, sejak dilaporkan Februari lalu, penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng yang menangani belum mengeluarkan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan)-nya.

Ketua Aliansi Mahasiswa Pati, Afif Jalal mengancam, pihaknya akan mengerahkan sebanyak sekitar 1.200 mahasiswa asal Pati di Kota Semarang dan sekitarnya untuk aksi unjuk rasa, menuntut penyelidikan kasusnya. 

"Jika tak segera ditangani, kami akan menggelar aksi demontransi ke Polda. Ada sekitar 1.200 mahasiswa siap turun ke Polda, menuntut penanganan kasusnya," kata Afif kepada wartawan usai mendatangi Ditreskrimsus Polda Jateng, Selasa (14/10).

Kedatangan mereka ini merupakan kali yang ketiga sejak pertengahan 2012 silam. Selain menanyakan perkembangan pengusutan kasus, kedatangan para mahasiswa ini juga terkait klarifikasi sejumlah barang bukti yang dijadikan dasar laporan dugaan korupsi sebesar hampir Rp 2 miliar itu.

"Kami dimintai keterangan, terkait klarifikasi alat bukti. Seperti hasil pemeriksaan BPK tahun 2010 dan 2012, Surat Keputusan, nota belanja yang diindikasi ada mark up senilai hampir Rp 1 miliar lebih," kata Afif usai memberikan keterangan di Unit IV Subdit III Ditreskrimsus.
  
Menurutnya, penyidik seharusnya segera menindaklanjuti laporannya dan mengeluarkan SP2HP. Pasalnya, lambatnya penanganan akan semakin menimbulkan ketidakkodusifan situasi di PSSI Pati.

"Sampai sekarang SP2HP belum turun dan lambat. Oleh penyidik dijawab usai gelar perkara. Tapi sampai kapan. Sejak kami laporan sampai sekarang belum ada. Aturannya sendiri, sebulan sekali seharusnya diberikan. Kondisi itu menjadi situasi di Pati tidak kondusif, khususnya masalah pesepakbolaan," kata dia.

Penanganan kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan dua anggota dewan Pati itu diduga mandek dan belum ditagani. Kasus itu tahun 2013 silam sudah dilaporkan, namun kembali dilaporkan Februari lalu, setelah laporan pertama dilaporkan hilang.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jateng diketahui dalam laporan hasil pemeriksaan atas belanja daerah tahun 2010 dan 2012 pada Pemkab Pati menemukan adanya ketidakberesan atas realisasi hibah kepada KONI. Tahun 2010 dari anggaran belanja hibah kepada KONI sebesar Rp 3,2 miliar diketahui tidak dapat diyakini kebenaran laporan pertanggungjawabannya. 

BPK juga menilai ketidakwajaran atas bantuna hibah KONI tahun 2012 sebesar Rp 3,06 miliar. Dari seluruh organisasi cabang olahraga penerima sudah disampaikan bukti realisasi pertangungjawabannya, keculai PSSI Pati. 

Realisasi sebesar Rp 1,07 miliar yang masuk ke PSSI diketahui tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kondisi itu menurut BPK Perwakilan Jateng, tidak sesuai dengan ketentuan pengelolaan keuangan daerah. Dugaan penyimpangan yang terjadi atas dana hibah ke PSSI tahun 2010 dan 2012 diduga mencapai Rp 2,3 miliar.

Terpisah, Sekretaris Komite Penyelidikan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng Eko Haryanto menuding lambatnya penanganan laporan kasus terhadap Sunarwi. 

"Sejak 2012 kasus itu sudah dilaporkan, tapi sampai sekarang belum selesai. Bahkan jika benar laporan tahun 2012 dikatakan hilang, itu tindakan yang tidak profesional," kata dia.‚Äč(don)

 

 

 

Thu, 16 Oct 2014 @07:54