RENCANA GANJAR BERANGKATKAN 5 WARTAWAN KE JERMAN TUAI PROTES

image

Semarang, -Borgol.com- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang menolak inisiatif pemerintah provinsi Jawa Tengah untuk memberangkatkan wartawan/ jurnalis di   lingkungannya ke Jerman dalam waktu dekat. AJI beranggapan, sikap pemprov tersebut telah bertentangan dengan kode etik jurnalistik.

Ketua AJI Kota Semarang, Rofiudin mengatakan, Pemprov bukanlah pihak yang wajib memberikan pelatihan wartawan. Apalagi menggunakan dana milik publik (APBD) untuk berangkat ke Jerman. Sehingga, pihak yang  wajib memberikan pelatihan kepada wartawan adalah perusahaan media dan organisasi profesi jurnalis.
"Oleh karenanya, kalangan media juga harus selalu mencegah potensi terjadinya konflik kepentingan. Sebab, wartawan adalah profesi yang produknya terkait dengan kepentingan publik, " terang dia, Kamis (9/10).
Dikatakan, dalam pasal 6 Kode Etik Jurnalistik yang disahkan Dewan Pers menyatakan bahwa wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.
"Sehingga segala pemberian dalam bentuk uang, benda atau fasilitas dari pihak lain yang mempengaruhi independensi tetap dilarang, " beber dia.

AJI mendesak agar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko menggunakan alokasi APBD yang lebih pro kerakyatan serta menghemat anggaran-anggaran yang tidak pro publik. Hal ini sesuai dengan janji Ganjar-Heru dalam kampanye pemilihan gubernur Jawa Tengah tahun 2013 lalu. 

"Daripada memberangkatkan wartawan ke Jerman lebih baik anggarannya untuk menyelesaikan problem-problem kerakyatan di Jateng, seperti kemiskinan, kesehatan, pengangguran dan lain-lain," tandas dia.
Masih menurut Aji, jika pemerintah ingin mendorong perbaikan dunia pers di Jateng, maka ada yang lebih penting dan mendesak untuk dilakukan adalah dengan memperthatikan kondisi ketenagakerjaan kalangan pers.
Saat ini, banyak wartawan yang masih menerima upah dibawah upah minimum kabupaten/kota (UMK), bahkan mereka tak mendapatkan hak tunjangan, jaminan kesehatan tenaga kerja, THR dan lain-lain.
"Jika kondisi tenaga kerja sektor media masih belum mengembirakan lalu dimana peran pemerintah untuk hadir menegakan aturan ketenagakerjaan, " tegas Rofiudin

Di tempat berbeda  Aggota DPRD Jateng dari Fraksi Gerinda Ir Sriyanto Saputro kepada Borgol mengatakan , Semua kegiatan Gubernur ke luar Negeri dengan mengajak  sejumlah Wartawan  di nilai sah sah saja  asal semua terencana  dan di lakukan dengan transparan  “dula saya sebagai wartawan juga pernah mengikuti kunjungan sosial ke luar negeri  Gubernur maupun  DPRD namun semua  di bahas secara terbuka dan transparan “papar mantan Ketua PWI jateng itu .

 Namun yang jadi persoalan tambah Sriyanto ,ini sudah menunjuk Nama Wartawanya   mungkin lebih Eleganya seharusnya yang di tunjuk medianya saja  missal ,tahun ini lima media  nanti tahun depan lima media lagi  mungkin dengan begitu bisa di pahami,  kalu by nem pasti akan memunculkan multitafsir  karma yang di ajak nama nama tersebut di duga sebagai tim sukses Pemilu kemarin “saya juga melihat di antara temen temen  Wartawan yang  mau di berangkatkan ke Jerman ini di antaraya termasuk yang di cukur gundul oleh Gubernur,  ini ada dua pertanyaan orang Jurnalis ko memasukan diri ke- ranah Politik dan  yang di naungi mereka notabenya adalah Media-Media  besar yang konon sangat Obyektif dan professional mereka patut di pertanyakan “ucapnya 

 Di jelaskan , Pemerintah Jawa tengah ini Sudah lama Puasa  kunjungan ke Luar negeri  dengan mengajak Wartawan, jadi Gubernur harus bisa menjelaskan dengan terbuka ke public  tujuanya apa “ini kan konon di biayai dari APBD tentunya layak di pertanyakan kalau Ganjar sendiri yang membiayai pakai uang pribadi  baru salud saya , namaun apapun itu kami sebagai Anggota DPRD tidak ingin terlalu jauh untuk mencampuri  urusan itu, tapi setidaknya kita mengingatkan lebih baik di Evaluasi untuk asas kepatutan saja  ,pungkasnya    (uut)

Fri, 10 Oct 2014 @08:29