TRADISI ASRAH BATIN, WARGA RICUH BEREBUT MAKANAN RITUAL

image

Grobogan.Borgol.com-Ribuan warga daridua Desa Di Kecamatan Kedungjati, GROBOGAN Ricuh Berebut Makanan Dan Bedak ketika Prosesi Ritual ASRAH BATIN masih berlangsung,Warga percaya barang Siapa yang Memakan Makanan Dalam Ritualserta mengoleskan Bedak Diwajahusai DiBacakan Doa akan mendapatkan  Berkah dan awet muda.

 Ribuan Warga Desa Ngombak Dan Karang Langu Kecamatan Kedungjati Grobogan Jawa Tengah yang sudah Enam jam menunggu Prosesi Ritul Asrah Batin sudah tidak bisa menahan kesabaran mereka langsung memkasa masuk Dan saling  berdesak-desakan untuk merebut berebut makan makanan,Air Tape, serta Bedak yang pada Akhirya Acara Akan Dibagikan Kepada Warga yang menunggu sejak berjam jam lamanya.

 Panitia Dan Petugas Keamanan yang mengamankan jalanya Prosesi Kewalahan Dan tidak bisa menangkan Ribuan Warga yang Nekat Menerobos masuk untuk mendapat makana ,Air tape,Dan Bedak yang Disiapkan oleh Kedua Kepala Desa Ngombak,Desa Karang Langu Di Depan Meja Kedua Kades.namun Warga langsung mengambil Dan saling berebutan Warga merasa Senang Dan puas bisa saling berebut mesti harus terjepit Dan jatuh terijak rijak oleh grumunanan Warga.

  SUMAYATI, Warga Desa Karang Langu sempat ikut berebut mendapatkan Nasi Bungkus,Air Tape ,Bedak serta beramai ramai

 Bedak Mereka Oleskan Ke Wajah Dan Tangan,Warga Percaya Bisa membawa berkah Meyembuhkan Peyakisementara Bedak Membuat Awet Muda.

 Menurut Legenda Desa Nngombak Dan Karang Langu adalah tempat dimana Sepasang Kakak Beradik Yakni KedonoDan Kedini yang merupakan Anak Mbok Rondo Dadapan Tinggal Kedini Hidup Di Desa Ngombak Sementara Kedono Hidup Di Karanglangu.

 Keduaya Hidup terpisah karena Kabur Dari Rumah setelah di marahi Ibunya,pasalya kedua Kakak Beradik tersebut terus mengeluh karena Nasi yang Dimasak Ibunya belum Masak.karena jengkelya Mbok Rondo, Dadapan memukul Kepala Kedua Anakanya Hingga Luka,DONO DAN DINI akhirya kabur dari Rumah setelah Dipukul Mbok Rondo Dadapan.

  MAHFUD, Sesepuh Desa NGOMBAK

untuk Merekatkan Kembali Hubungan Persaudaraan keterunan Kakak Beradik yang Terpisahkan Sungai Tuntang ini,  Tiap Dua Tahun sekali Warga Wajib Mengadakan Prosesi Tradisi Asrah Batin, Prosesi iniL layakya Seperti Penganten Dari Dua Desa yang Terpisahkan Oleh Sungai Dan Dipertemukan Didasar Sungai Tuntang yang Lebarya Mencapai Seratus Meter,Prosesi ini merupakan Syarat yang tidak berani meninggalkan Adat wajib yang harus dilaksanakan saling  menghormati Adat Tradisi ini bertujuan untuk melestarikan Budaya Luhur yang kian Punah.

 Ribuan Warga meyeberang sungai lalu ketemu saling berjabat Tangan menadakan pertemuan persaudaraan yang terpisah oleh Sungai Tuntang Namun bisa bertemu kembali,Dan menjadi erat dengan anatar Desa Ngombak Dan Karanglangu.Dalam acara tersebut juga dihadiri Camat Kedungjati,Kapolsek,UPTD Kedungjati Dan Warga Grobogan juga dari Luar Daerah,Semarang,Salatiga,Boyolali,Solo Dan Daerah lainya. (Redi)

 

 

Editor:sefrin

Fri, 3 Oct 2014 @06:24
Tags: grobogan