PELAKU PENGGELAPAN IKAN BANDENG INI BERHASIL DI TANGKAP POLISI

image

SEMARANG-Borgol.com-Imamudin als Udin Asal pemalang ini berhasil di tangkap Jajaran  Kepolisian Daerah Jawa Tengah, sopir truk yang diduga menggelapkan 20 ton ikan bandeng yang akan dibawa dari Gresik, Jawa Timur, menuju Muara Baru, Jakarta Timur. dia udin ditangkap di Tegal setelah tim penyidik Polda Jawa Tengah mendengar informasi ada truk yang akan dijual di Pati, Jawa Tengah, dengan harga miring.

"Kasus ini dimulai dari ada mobil built-up yang akan dijual dalam hal ini truk. Kami pancing dengan harga Rp150 juta dan mau. Setelah mau kami tangkap, kami buka register akhirnya kami ketemu pemilik. Tertangkapnya sopir truk di Tegal," kata Kepala Unit Kejahatan dan Kekerasan Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Agus Puryadi,  saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Semarang, Jum,at (29/8/2014).

Menurut Agus, Udin merupakan warga Pemalang, Jawa Tengah. Agus menambahkan dia di percaya Haji Anwar, seorang warga Gresik, untuk membawa 20 ton ikan bandeng ke Jakarta. "Namun, sesampainya di Juana, Pati, bandeng tersebut diturunkan oleh sopir dengan kerjasama beberapa orang," ungkap Agus menambahkan.

Setelah itu, ikan bandeng tersebut diangkut dengan tiga truk lain ke Jakarta. Atas perbuatan tersebut, kata Agus, pihaknya menangkap Uidn sang Sopir dan dua orang rekannya berinisial S dan dan D yang belakangan diduga menjadi otak penggelapan, serta seorang penadah. 

"Sudah kami tangkap semuanya. Dari tangan penadah kami sita tujuh ton bandeng yang masih tersisa. Sementara 13 ton lain sudah dijual ke beberapa daerah di Jakarta dalam partai kecil, sehingga kami mengalami kesulitan menemukan barang tersebut," ungkap Agus.

Udin dan kawan-kawan ditangkap melalui serangkaian penangkapan dari Senin sampai Kamis pekan lalu. Udin ditangkap di Tegal, sementara S dan D ditangkap di Salatiga dan Pati, sedangkan penadahnya ditangkap di Rembang. "Selama empat hari kita maraton untuk bisa membuktikan atau menganatomikan sebuah kasus dengan TKP di Juana, Pati," terang Agus.

Dari penyidikan sementara, polisi menghitung ada kerugian sebesar Rp1,3 miliar. Adapun sebagai barang bukti, polisi menyita tujuh ton ikan bandeng yang atas izin kejaksaan maupun pengadilan sudah dimusnahkan dengan alasan mudah busuk. Polisi juga menyita truk yang membawa ikan bandeng tersebut ke Jakarta. 

Dalam kasus ini para tersangka dijerat Pasal 373 jo Pasal 55 tentang penggelapan dengan ancaman hukuman 7 tahun dan Pasal 480 KUHP untuk penadah selama 4 tahun. (tom)

 

 

Sat, 30 Aug 2014 @14:00