ANGGOTA DPRD JATENG, SETAHUN GANJAR HANYA SIBUK DENGAN KEBIJAKAN PENCITRAAN

image

SEMARANG –Borgol.com- Setahun kepemimpinan Ganjar Pranowo, DPRD Jateng meminta supaya program-program yang menjadi prioritas untuk direalisasikan. Kritikan anggota DPRD terhadap Ganjar hendaknya tidak disikapi dengan cara reaksioner. ”Kritik adalah bagian dari membangun, koreksi, dan fungsi pengawasan dari DPRD. Dulu ketika menjadi anggota DPR, Ganjar katanya orang terkenal vokal terhadap pemerintah, tapi kenapa sekarang alergi kritik. Sebagai pemimpin harusnya mau menerima kritik,” kata anggota Komisi A DPRD Jateng, Prajoko Haryanto, seperti yang di kutip dari suara merdeka.com kemarin.

Bila gubernur alergi kritikan, menurut dia, menandakan secara pribadi adanya kekurangdewasaan berpolitik. Sikap inkonsisten terhadap kritik akan merugikan gubernur. Menurut Prajoko, dirinya kerap mengkritik Ganjar karena fakta di lapangan menunjukkan belum ada prestasi. Ganjar dinilai sibuk dengan kebijakan yang bertujuan untuk pencitraan.

”Mulai dari lelang jabatan, pengisian jabatan di Perusda, penggantian Kepala Dinas Pendapatan  dan Pengelolaan Aset Daerah, sampai aksi heroik di jembatan timbang, semua hanya untuk pencitraan seolah-olah Ganjar itu paling demokratis. Padahal itu cara dia untuk memasukkan orang-orang dekat atau tim sukses untuk menduduki jabatan,” ucapnya.

Ajak Debat

Lelang jabatan Dirut Bank Jateng misalnya, setelah ditelusuri anggota dewan, Supriyatno ternyata teman Ganjar semasa remaja. Caranya pun tidak sesuai prosedur. ”Saat kunjungan kunjungan kerja di BPD DIY, direksi sana mengaku kepindahan Supriyatno tidak sesuai prosedur,” terangnya.

Soal jembatan timbang, juga dinilai tidak ada tindakan tegas. Tidak ada sanksi yang diberikan kepada Kepala Dishubkominfo Urip Sihabudin sebagai penanggung jawab. ”Nanti bisa dilihat apakah jabatan sekda akan didisi oleh orang dekat Ganjar,” imbuhnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Sasmito menuturkan, seorang pemimpin harus manjing ajur-ajer atau menyatu dengan lingkungan di sekitarnya. Meski dikritik media, DPRD, LSM, dan masyarakat, seyogyanya Ganjar terbuka dan menerima. ”Kritikan harus jadi ajang mawas diri untuk menjadi dewasa. Kami tidak mencari kesalahan orang lain, tapi agar kinerja gubernur ke depan lebih baik,” katanya.

Kritikan anggota DPRD memancing reaksi Ganjar. Dia blak-blakan menantang debat sejumlah kalangan anggota DPRD yang menilai pemerintahannya  hanya wacana. ”Mbok sekali-kali gubernurnya debat dengan dewan soal infrastruktur,” katanya.

Ia meminta DPRD membawa data konkret ketika berbicara di media. ”Yang dimaksud wacana itu yang mana? Infrastruktur memang saya akui belum sempurna. Karena anggarannya sangat kurang. Tapi teman-teman di lapangan bekerja, saya punya laporan mereka mingguan disertai foto pekerjaan,” jelasnya.   sumber *** (suaramerdeka.com)

Thu, 28 Aug 2014 @23:22