PANWASLU HENTIKAN KASUS DUGAAN MONEY POLITIC FADLI ZON

image

Semarang.koranborgol.com-Anggota Panwaslu Kota Semarang Mohammad Ichwan mengatakan, pihaknya terpaksa menghentikan pengusutan kasus pertama karena kurang cukup unsur materiilnya. Yakni tidak bisa mendapat keterangan dari saksi penerima uang.

Ia terangkan, para penerima uang tidak ada yang mau memberi keterangan. Bahkan satu-satunya penerima uang yang diketahui namanya, Nur Saadah, seorang pengemis, tidak berhasil ditemukan keberadaannya hingga batas waktu lima hari penyelidikan oleh Panwaslu. 

“Kami terpaksa menghentikan pengusutan kasus Fadli Zon. Unsur materiilnya kurang. Walau saksi sangat kuat disertai bukti foto, tapi penerima uang tidak bisa diminta keterangan. Ini tentu akan mentah jika dibawa di Sentra Gakkumdu,” ujarnya.

Dijelaskannya, dugaan pelanggaran yang dilakukan Fadli Zon adalah Pidana Pemilu yang diatur dalam Pasal pasal 41 ayat 1 huruf J UU nomor 42 tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Ancaman hukumannya cukup berat, minimal enam bulan penjara maksimal dua tahun penjara serta
denda minimal Rp 6 juta dan maksimal Rp 24 juta.

            “Kami coba cari informasi keberadaan Nur Saadah, orang-orang di Pasar Bulu tidak tahu. Mungkin beliau adalah tuna wisma yang biasa berpindah-pindah tempat,” tandasnya.

            Ichwan menegaskan, dari dulu kesulitan Panwaslu menegakkan hukum adalah faktor saksi penerima. Pihaknya ingin bertindak tegas menghukum para pelanggar, tetapi belum pernah ada satupun penerima uang yang mau memberi keterangan kepada Panwaslu.

“Kita butuh orang yang mau menjadi saksi penerima uang suap politik. Sayang, dalam sekian banyak Pemilu, kami belum pernah mendapatkannya. Mungkin karena takut,” tuturnya.

Sebagaimana dilaporkan, saat blusukan di Pasar Bulu Semarang,Rabu, (2/7/2014) Fadli Zon diketahui ikut mengajak sejumlah artis dan pedangdut seperti Evie Tamala, Camelia Malik dan Della Puspita. Semula, Fadli membagikan stiker Prabowo-Hatta kepada pedagang di pasar setempat. Tak berapa lama kemudian, Fadli mengeluarkan uang pecahan Rp 50 ribu dari sakunya kemudian dibagikan kepada pedagang. Fadli juga membagikan uang kepada pengemis hingga Rp 250 ribu.(wan/frin)

 

 

 

Wed, 9 Jul 2014 @06:30