PANWASLU "SEMPRIT" WALIKOTA SEMARANG

image

SEMARANG -koranborgol.com- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, diduga telah melakukan politik
uang saat berkampanye untuk pasangan calon presiden dari PDI
Perjuangan, Joko Widodo - Jusuf Kalla. Anggota Panitia Pengawas Pemilu
Kota Semarang, Mohammad Ichwan, menyatakan Hendrar Prihadi kedapatan
bagi-bagi motor dan uang Rp 500 ribu kepada peserta kampanye dalam
Voice of Revolution pada 29 Juni 2014.
 

Kejadian Ahad, 29 juni 2014 di Posko Jalan Pamularsih, eks posko
Juliari. Hendrar Prihadi dan Juliari P Batubara kedapatan memberikan
sepeda motor dan uang Rp 500 ribu kepada peserta kampanye dalam acara
Voice of Revolution," kata dia semarang Rabu (3/7/14).

Hendrar Priadi adalah Wali Kota Semarang sekaligus Ketua Dewan
Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kota Semarang. Menurut Ichwan,
rencananya, Hendi  akan diperiksa Bawaslu Kota Semarang, Kamis besok
(3/7/2014). "Yang bersangkutan akan dimintai klarifikasi besok sampai
sore," ungkap Ichwan.

Atas temuan Panwas tesebut Hendi sapaan akrab Walikota ,mengaku belum menerima surat panggilan terkait dugaan melakukan
politik uang saat berkampanye untuk calon presiden dari PDI
Perjuangan, Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

"Belum. Kalau ada undangan saya akan hadir," kata dia saat dihubungi media ini melalui selulernya  Rabu (3/7/2014).siang

Saat dikonfirmasi, Hendrar mengaku belum tahu dengan temuan Bawaslu
tersebut. "Saya belum dapat info. Nanti saya tanya ke Bawaslu dulu ucapnya ( ron/ut)

 

 

Thu, 3 Jul 2014 @05:43


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar