GANJAR SIDAK SAMSAT KENDAL

image

Kendal.Borgol.Com-Aksi bersih-bersih instansi pemerintahan dari praktek Pungutan Liar (Pungli) terus dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Rabu (07/05) siang Ganjar melakukan sidak di Kantor Samsat Kabupaten Kendal. Sidak ini dilakukan setelah menerima banyak keluhan dari masyarakat Jawa Tengah tentang kosongnya bahan plat nomor kendaraan dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).
Dalam sidak ini Ganjar diterima langsung oleh Bupati Widya Kandi Susanti, Kapolres AKBP Harryo Sugihhartono dan Kasat Lantas AKP Christian Aer. Ganjar sempat berbincang-bincang dengan warga terkait sistem kerja dan pelayanan pegawai di kantor samsat.

Di Kendal, bahan plat nomor kendaraan untuk roda dua sudah selama satu tahun ini kosong, sedangkan plat nomor kendaraan untuk roda empat sudah tiga bulan kosong. Diruang tempat pembuatan plat nomor kendaraan ini, Ganjar melihat sendiri bahwa di ruang pembuatan plat nomor kendaraan tidak ada aktivitas kecuali dua orang penjaga yang hanya duduk menjaga mesin pres plat nomor tersebut.

“Sudah berapa lama bahan plat nomor kendaraan kosong mas?dan sampeyan berarti menganggur ya?,” ujar Ganjar kepada petugas percetakan plat nomor.

“Untuk cetak plat nomor kendaraan roda dua sudah setahun ini gak cetak dan untuk plat nomor kendaraan roda empat sudah tiga bulan ini. Kami masih nunggu bahan dari Semarang, selama ini kami hanya duduk dan terima order lain,” kata petugas.
Ganjar sangat menyayangkan kosongnya bahan plat nomor kendaraan akibat masalah administrasi di korlantas pusat.

Bahkan, Ganjar menyuruh pegawai percetakan untuk menutup ruangannya karena tidak adanya aktifitas percetakan plat nomor.

”Lha wong langka kok sampai setahun, itu untuk sepeda motor, sementara mobil tiga bulan. Ini sudah terlalu lama dan pasti ada yang keliru di pusat,” kata Ganjar.
Menurut Ganjar, masyarakat Jawa Tengah sangat membutuhkan kepastian mengenai ketersediaan plat nomor. Oleh karena itu ia berjanji akan turun tangan langsung menangani masalah tersebut. Ia akan meminta PT Bhara Prima Perkasa selaku pihak penyedia agar segera melakukan pengadaan barang.
“Masyarakat itu sudah protes ke saya, artinya ini perkara penting. Ini langsung saya telepon ke Korlantas Jakarta tapi belum nyambung nanti saya hubungi lagi,” ujarnya.

Terkait adanya pungli di samsat, Ganjar berharap jika ada masyarakat menemukan adanya calo atau pungli untuk segera melaporkan dan menunjukkan orangnya ke gubernur. “Kalau ada calo atau pungli di samsat atau di instansi mana saja, laporkan ke saya itu orangnya. Saya akan tindak tegas itu orangnya,” ucapnya.(bk/gik)

 

 

Sun, 11 May 2014 @11:01