Awas!! Jual Software Windows Bajakan Di Ancam 5 Thn Penjara

image

 

SEMARANG-Borgol.Com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Djoko Purbohadijoyo megatakan pihaknya telah menyita sedikitnya 27 Pack perangkat lunak atau software bajakan dari  tiga toko komputer ternama di Kota Semarang. Penyitaan itu merupakan rangkaian operasi menangkal peredaran perangkat lunak produk Microsoft Windows 7 palsu yang banyak beredar di pasaran.

Barang bukti, kata Djoko, diperoleh pemilik toko dengan memesan secara online kepada distributor. Beberapa hari kemudian, barang tersebut dikirimkan kepada pemesan. Pihaknya masih menyelidiki identitas distributor tersebut. ”Tiga orang telah ditetapkan tersangka yakni inisial GS, HW, dan PP. Distributornya belum diketahui, masih kita kembangkan,” terangnya saat gelar Perkara di kantor Direskrimsus Polda Jateng Jl.sukun raya Semarang rabo 23/4

"Para tersangka akan kami jerat dengan pasal 72 ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta. Ancamannya penjara lima tahun dan denda Rp 500 juta Untuk harga software bajakan ini, tandas Djoko, dipatok seharga dasar Rp 650.000 hingga Rp 950.000. Harga itu berbeda dari harga jual resmi Rp 1,40.000 hingga Rp 1,860 .000

Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Alloysius Liliek Darmanto menambahkan tersangka tidak memesan dari distributor atau importir resmi software OEM Windows 7 di Indonesia. Distributor resmi antara lain PT Astrindo Starvision Jakarta, PT Sistech Kharisma Jakarta, dan PT Synnex Metrodata Indonesia Indonesia Jakarta.

"Ketiga toko ini membeli bukan dari marketing resmi,sehingga bukan hanya merugikan konsumen namun juga pada Negara karena tidak membayar pajak ,ini jelas sangat merugikan," ujar Lilik.

PERBEDAAN MENDASAR

menurut Konsultan Microsoft Indonesia Ronald A schwarz terdapat perbedaan mendasar. Pada tepi bungkus ada alamat importir atau distributor resmi, sementara cd palsu tidak ada. Pada tepi bagian tepi dan te-ngah cd asli terdapat hologram yang menyatu dengan cd, sementara yang palsu hanya hologram berupa stiker. ”CD bajakan ini menyerupai asli secara fisik. Tapi kalau diaktivasi akan error pada dua atau tiga bulan ke depan. Karena identitas untuk aktivasi juga palsu,”terangnya

CD bajakan itu, kata Ronald, apabila dilihat dari kualitasnya dimungkinkan tidak diproduksi di Indonesia tetapi di luar negeri kemudian diselundupkan ke Indonesia. Untuk memperoleh kode aktivasi, imbuhnya, bisa jadi pembuat cd bajakan membobol dari kode komunal yang diterima sebuah perusahaan lalu membagikan dalam penjulan.katanya (Tomo)

 

 

Thu, 24 Apr 2014 @08:38