TEMUAN DUGAAN PENGGELEMBUNGAN SUARA BRAHMANA WADUL POLISI

image

Semarang –Borgol- Brahmana, calon anggota DPR –RI-nomor urut 2 dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Jateng (Kota dan Kabupaten Semarang, Kendal, dan Salatiga) melaporkan dugaan penggelembungan suara ke Panwaslu Kota Semarang, Rabu (16/4). Hal itu terkait adanya temuan formulir C1 yang diduga palsu di beberapa tempat pemungutan suara (TPS) di Kecamatan Gajahmungkur dan Gayamsari. Formulir tersebut ditandatangani ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) beserta saksi partai.

Hasil penelusuran tim Brahmana, C1 yang berisikan perolehan suara masing-masing partai politik dan caleg itu berbeda dari milik KPU. “Dari tiga sampel TPS saja, ada 48 suara saya yang dihilangkan. Bagaimana kalau itu terjadi di 3.258 TPS di Kota Semarang? Tentu bukan saya yang dirugikan tapi juga caleg lain,” kata Brahmana di rumahnya, Jl Papandayan, Semarang,

 Pihaknya akan melaporkan temuan C1 palsu ke - Kepolisian  Polrestabes Semarang dan Polda Jateng. Dia mengatakan, baik KPU maupun Panwaslu harus bertanggung jawab atas beredarnya formulir C1, apalagi hal itu ditandatangani KPPS dan saksi partai. Kecurigaannya mengenai C1 palsu itu diketahui saat menelusuri formulir tersebut ke kantor DPC Partai Demokrat Kota Semarang. Saat mendatangi kantor DPC, ternyata tidak ada orang.

hasil verifikasi

 Setelah mendapatkan formulir tersebut, hasil verifikasi timnya, ternyata ada perbedaan data dengan perolehan suara dari KPU. Anggota Panwaslu Kota Semarang Muhammad Ikhwan menjamin suara milik Brahmana tidak akan hilang dalam Pileg. “Caleg itu dirugikan oleh partainya sendiri, misalnya perolehan suara seharusnya mendapatkan 11 tapi ditulis nol. Memang ada tanda tangan saksi di formulir C1, karena saksi sudah tidak sabar menunggu penghitungan suara. Karenanya, saat dini hari mereka tanda tangan dan pulang dalam kondisi kosong rekapitulasi formulirnya,” ungkapnya.

 Pihaknya sudah mengecek lokasi empat TPS di Kelurahan Gajahmungkur dan Bendanduwur. Setibanya di TPS, perolehan suara Brahmana memang diketahui berbeda dari yang dituliskan KPPS.(UUT)

Thu, 24 Apr 2014 @07:14