OKNUM LANTAS POLRES SALATIGA DI LAPORKAN PROPAM

image

Salatiga-Borgol.Com  Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Solidaritas yang berkantor di Bawen, Kabupaten Semarang, mengadukan petugas Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Salatiga ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jateng.


Pengaduan tersebut berkaitan penahanan mobil operasional LBH Solidaritas yang dilakukan petugas Satlantas Polres Salatiga di Jalan Lingkar Salatiga (JLS). 
Tim LBH Solidaritas menilai tindakan polisi tersebut masuk ranah perkara pidana yakni perampasan mobil.

Dijelaskan Komisaris LBH Solidaritas, Endar Susilo, SH, MH, peristiwa tersebut berawal ketika Selasa (5/2) siang , staf LBH Solidaritas bernama Harno mengendarai mobil Daihatsu Grandmax nopol H 8412 QC akan bertugas ke Boyolali.

Sampai di Jalan Lingkar Salatiga (JLS), Harno dihentikan oleh anggota Satlantas Polres Salatiga untuk dilakukan pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan.

Sopir bisa menunjukkan surat-surat kendaraan, hanya saja pajak kendaraan telat dan SIM sopir belum diperpanjang, ujar Endar didampingi tim LBH Solidaritas lainnya, Mirzam Adi, dan Kusmandityo saat menemui sejumlah wartawan, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. 

Lebih lanjut, Endar menjelaskan, ada petugas yang mengajak bernegosiasi dengan menunjukkan brosur berisi nominal uang untuk pengurusan masalah tersebut.

Dalam brosur tersebut tertulis nominal uang untuk berdamai yakni Rp 1,5 juta, Rp 750 ribu, dan Rp 250 ribu. Namun karena tidak punya uang, Harno meminta agar polisi menilang saja. Sejumlah polisi itu kemudian membawa surat-surat dan membawa serta mobil tersebut.

Ketika disuruh tanda tangan surat tilang, tidak mau karena penindakan itu tidak sesuai prosedur. Lalu polisi itu memaksa mobil dan surat-surat dibawa ke kantor. Tindakan itu tanpa dasar yang jelas, bahkan bisa jadi tidak sesuai ketentuan. Akibat tindakan itu aktivitas advokasi lembaga kami jadi terganggu, kata Endar.

Endar dan rekan-rekannya mengaku kecewa dan menyayangkan atas peristiwa tersebut, sehingga LBH Solidaritas resmi mengadukan peristiwa tersebut kepada Kapolda Jateng melalui Bidang Propam Polda Jawa Tengah pada Kamis 6 Februari 2014 lalu. Pengaduan telah diterima oleh Kompol U Tripriyantoko.

Pengaduan kami tentang, dugaan tindak pidana perampasan mobil operasional LBH. Secara moril maupun materiil juga ikut dirugikan sehingga kami mengadukan masalah ini. Rencananya Senin (10/2) besok kami melaporkan pra peradilan Satlantas Polres Salatiga, tambah Endar.

di tempat terpisah Kapolres Salatiga AKBP Dwi Tunggal Jaladri melalui Wakapolres Kompol  Yunaldi S.Ag.SH mengatakan .hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil pelaporan tersebut,jika memang nanti berlanjut ke pengadilan  pihaknya mengaku siap memberikan Pendamping untuk proses selanjutnya 

"yang jelas kita Hormati atas aduan tersebut saya menganggap itu bagian dari masyarakat sah- sah saja untuk melapor ,tapi kita kan belum tau laporan itu di terima atau tidak  ." terangnya di  Ruang kerjanya Kemarin .

dia menambahkan permasalahan ini sudah di laporkan Atasan yaitu  Kapolda Jateng jadi kita tunggu saja hasilnya ucap  Waka Polres . 

 

saat di singgung berkaitan permintaan  uang damai  yang di lakukan Oknum Lantas  Polres salatiga pada LBH tersebut .dia membantahnya ." tidak ada itu, kan sudah di bantah melalui koran koran ,kita sesuai prosedur ajalah jika memang terbukti pasti kita akan tindak tegas oknum itu kita tunggu saja prosesnya .tambahnya .Tomo

 

Wed, 19 Feb 2014 @08:58
Tags: salatiga