HASIL TES DNA DUA KORBAN DUKUN JAGAL NEGATIF

image

SEMARANG,BORGOL.COM- Hasil tes DNA yang dilakukan Puslabfor Polda Jateng dan tim Inafis Mabes Polri kepada dua jenazah korban dukun pengganda uang dari lereng gunung Sumbing, Magelang, Muhyaro ternyata negatif. Hasil itu mengacu pada dua nama yang sebelumnya dilaporkan bernama Sunaryo (39) dan Nurudin (49). Kabid Dokkes Kepolisian Daerah Jawa Tengah Kombes Pol Musyafak mengatakan hingga saat ini ada tiga keluarga yang melapor kehilangan anggota keluarganya.  

"Dua keluarga menyebutkan ciri-ciri sekunder yang hampir sama, maka dari itu kami lakukan tes DNA, namun ternyata hasilnya negatif," jelas Musyafak, dalam keterangan pers di Polda Jateng  Rabu (28/8/2013).
 

Ia menambahkan dua keluarga yang sudah melapor adalah keluarga dari Sunaryo (39) warga Jalan Kendeng, Kroya, Cilacap dan keluarga dari Nurudin (49) warga Pagetan RT1/RW1, Kabupaten Temanggung. Keduanya sebelumnya dilaporkan hilang.
 

"Ada  satu lagi yang melapor dari Klaten, namun dari ciri sekunder sudah tidak sesuai," jelasnya.
 

Kedua jenazah saat ini masih disimpan Rumah Sakit Bhayangkara Semarang hingga batas waktu yang belum ditentukan. Ia mengatakan pihaknya masih menerima laporan jika ada yang kehilangan anggota keluarga. "Tentunya yang diduga hilang akibat kasus ini," ujarnya.
 

Pihak Polda sendiri belum menentukan hingga kapan mayat tersebut disimpan. "Kalau kira-kira sudah terlalu lama, bisa kami kuburkan. Namun data korban masih kita simpan jadi jika suatu saat ada keluarganya bisa diserahkan ke keluarga," katanya.
 
Selain kedua korban, pihak kepolisian juga menemukan korban lain yakni Yulanda Rifan putra Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Barda Nawawi Arief yang sebelumnya dilaporkan menghilang. Jenazah Yulanda sudah diambil keluarga karena saat ditemukan masih utuh.
 

Sedang dua korban lainnya sudah dalam proses pembusukan. Kasus itu juga menyeret satu tersangka lain yakni Pono alias Yanto (32), warga Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo. yang saat ini sudah di tahan di Mapolda  "Kasus ini tetap berlanjut, penyelidikan juga terus dilakukan," tambah Kabid Humas Polda Jawa Tengah Djihartono.  


Ia menambahkan bagi pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dan  akan melapor bisa datang langsung ke RS Bhayangkara di Jalan Majapahit 140 Semarang atau juga bisa di Polda Jateng .**Tomo

Thu, 29 Aug 2013 @11:25