Buat Website?

Cek Nama Domain ?

INFO
image

Redaksi : Koran Borgol

HP.081 325 753 086


Jl. Mugas Dalam, Ruko Tri Lombajuang No.7 Semarang
Telp.024-76583337 / 70453758
Iklan/Pemasaran: Jl.KH.Asajad Sendangguwo Tembalang Semarang
WELCOME

Facebook

Panwas Copoti Ratusan Bendera Parpol

image

 SEMARANG,BORGOL.COM _Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Semarang mencopoti ratusan bendera parpol  peserta pemilu legislatif 2014 dalam razia atribut parpol, Senin (1/4) malam tadi. Selain bendera parpol, Panwaslu juga mencopoti beberapa spanduk parpol di tempat-tempat terlarang.

Menurut Muhammad Amin, anggota Panwaslu Kota Semarang, dalam penertiban kali ini Panwaslu dibagi menjadi 3 tim meliputi kawasan barat, timur dan selatan Kota Semarang. Seluruh anggota Panwaslucam dan beberapa PPL terlibat dalam aksi bersih-bersih atribut ini.

Mereka mencopoti bendera dan spanduk parpol yang ada di jalan-jalan protokol, jembatan, di depan gedung pemerintah, serta yang di tempel di pohon, tiang listrik dan telepon. Didapatkan 3 buah bendera PAN, 207 bendera PDIP dan 29 bendera PPP. Serta 1 spanduk PKPI, 3 spanduk PBB, 1 spanduk PDIP dan 4 spanduk PKS.

Anggota Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Mohammad Ichwan menyatakan, pihaknya telah mengirim surat pemberitahuan ke seluruh parpol pada 27 Maret 2013 lalu. Berisi pemberitauan penertiban tersebut dan permintaan agar parpol mencopot sendiri atribut parpolnya yang melanggar Peraturan Walikota Semarang No 2 tahun 2010 jo Perwali No 40 tahun 2012, dengan batas waktu 2 x 24 jam.

Lebih lanjut Ana, panggilan akrab Ketua Panwaslu Kota Semarang ini mengatakan, pengurus parpol yang atributnya terkena penertiban, dipersilakan mengambil di kantor Panwaslu, Jl. Taman Telaga Bodas 1 Semarang dengan membawa surat mandat resmi dalam waktu 3 x 24 jam.

 

Kecewa Satpol PP

Ketua Panwaslu Kota Semarang Sri Wahyu Ananingsih mengaku kecewa kepada Satpol PP Kota Semarang. Sebab pihaknya telah mengajak koordinasi untuk melakukan razia bersama, namun ternyata Satpol PP tidak datang dalam kegiatan tersebut.

Dia jelaskan, Kepala Satpol PP Kota Semarang Gurun Risyatmoko telah berkomunikasi dengannya sejak Senin siang. Gurun mengaku telah memerintahkan tiga personil Satpol PP dan mengirim satu unit truk untuk mendukung agenda Panwaslu tersebut. Namun lebih dari satu  jam ditunggu personil berikut armada truk satpol PP tidak juga datang. Komunikasi baik melalui telepon maupun SMS telah dilakukan namun tidak ada hasilnya. Hingga akhirnya Panwaslu Kota Semarang beserta jajaranya melakukan penertiban sendiri mulai pukul 21.00, molor dari jadwal semula pukul 20.00.

“Kami kecewa dengan satpol PP, kami sudah berkoordinasi secara matang namun ternyata usaha itu tidak berhasil, sehingga mengacaukan penertiban kami,” tuturnya dengan nada kesal.

Dia mengaku kuatir apabila kinerja satpol PP seperti sekarang yang tidak mendukung kinerja Panwaslu maka akan berakibat pada pelaksanaan Pilgub Jateng 2013. Sebab untuk atribut terkait Pilgub, yang berwenang menertibkan adalah Satpol PP, bukan Panwaslu.

Ia jelaskan, ada perbedaan regulasi antara Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilukada. Khususnya  dalam hal pelanggaran alat peraga/atribut peserta pemilu. Dalam Pileg, Panwaslu bisa menjadi eksekutor atas pelanggaran pemasangan atribut. Tentu saja berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

“Dasar hukum Panwas sebagai eksekutor di ajang Pileg adalah di Pasal 17 angka (4) Peraturan KPU No. 1 Tahun 2013. Sedangkan dalam Pemilukada, Pasal 22 Peraturan KPU No 14 tahun 2010 menyatakan bahwa Panwaslu bukan sebagai eksekutor, melainkan pemerintah daerah yang berwenang untuk itu,” terangnya.

Dengan demikian, lanjut Ana, dalam hal pemasangan atribut Pilgub Jateng, Panwaslu hanya berwenang memberikan data-data pelanggaran ke Pemda untuk ditindaklanjuti. Eksekutornya adalah Pemda, dalam hal ini Satpol PP. [WN]

Wed, 3 Apr 2013 @08:30

Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Arsip
Aliansi Indonesia
image

Aliansi Indonesia merupakan LSM yang eksis dalam hal pemberantasan korupsi,kolusi dan nepotisme (KKN) yang bekerja sama dengan Kementrian Dalam Negeri, Kejaksaan Agung bidang Intelijen, Mabes Polri dan KPK, salah satu lembaga anti korupsi dengan motto:1.Menjaga Aset Negara;2.Menegakkan keadilan dan kebenaran;3.Menjaga NKRI; yang menindaklanjuti Presiden RI untuk mengajak semua pejabat tinggi negara,TNI/POLRI. Pengusaha dan Masyarakat mari bersama-sama menjaga mencegah pungutan liar.

MY VISITOR
image

BORGOL

Copyright © 2014 cv.jurnalis insan sejati (tajampos group) · All Rights Reserved