INFO KANTOR
image

Redaksi : Koran Borgol

HP.081 325 753 086


Alamat Kantor : Jl.KH.Asajad Sendangguwo Tembalang Semarang
Telp.024-76583337 / 70453758
WELCOME

 

SLIDE GAMBAR

eu8vYd on Make A Gif, Animated Gifs

NEWS GAMBAR

 

Ketua KPK Abraham Samad Resmikan Pekan Anti Korupsi di Istora Senayan belum lama ini

 

JENDERAL POL SUTARMAN DATANGI GEDUNG KPK

Kepala Kepolisian RI Jenderal (Pol) Sutarman dan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Suhardi Alius menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK, dalam rangka silaturahim setelah terpilih sebagai Kapolri

KAPOLRI'MAHASISWA AKPOL HARUS MELEK TEKNOLOGI

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Drs.Sutarman meresmikan Sistem Informasi Akademi Kepolisian (SIAK) yang bertempat di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang. Sistem tersebut diharapkan bisa mempermudah proses pembelajaran para taruna.

Jaksa Agung RI Basrief Arief menyematkan tanda pangkat siswa/peserta Pendidikan Pembentukan Jaksa (PPJ) angkatan 70 di lapangan Badan Diklat Kejaksaan RI Ragunan Jakarta, baru baru ini

Waktu Semarang

WELCOME

Facebook

Polda Jateng Bongkar Komplotan Penadah BBM Ilegal

image

SEMARANG,BORGOL.COM _Tim dari jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Tengah menangkap komplotan penadah bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ilegal yang diperoleh dari pengemudi truk tangki PT Pertamina.

“Komplotan penadah BBM ilegal yang beraksi di sebuah gudang di Dukuh Bunderan, Desa Pelem, Kecamatan, Grinsing, Kabupaten Batang itu terdiri atas empat tersangka," kata Wakil Direskrimum Polda Jateng AKBP Agus Santoso saat gelar perkara di Markas Komando Satuan Brimob di Semarang, Kamis (6/12).

Keempat tersangka masing-masing, Imam Asari (35) dan Mukhaerudin (38), keduanya warga Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Paryadi (28), warga Jalan Bandarharjo Semarang, serta Martono (54), selaku sopir truk tangki PT Pertamina, warga Dusun Kemukten, Pekalongan.

Barang bukti yang diamankan dari para tersangka berupa tiga truk tangki milik PT Pertamina dengan nomor polisi G 1821 CE, G 1756 BB, G 1772 AB dan masing-masing berkapasitas 24.000 liter BBM bersubsidi.

Juga, satu unit mobil bak terbuka Daihatsu Gran Max G 1720 VC yang mengangkut 44 jerigen, Mitsubishi L-300 berisi 40 jerigen bensin, enam jerigen solar, selang plastik, serta potongan drum. Agus menjelaskan, keempat tersangka dapat ditangkap setelah pihaknya melakukan penyelidikan di sepanjang jalur Pantura. Berdasarkan informasi dari berbagai pengusaha yang merasa dirugikan.

“Di gudang yang menjadi tempat transaksi jual beli dan penyimpanan BBM bersubsidi ilegal terdapat barang bukti yang telah kami sita,” jelasnya. Menurut dia, modus yang digunakan para tersangka adalah memotong segel plastik pipa truk tangki kemudian menyambungnya kembali dengan cara memberi lem setelah mengambil puluhan liter BBM.

“Pengemudi truk tangki PT Pertamina menjual mulai 50 liter hingga 200 liter kepada penadah seharga Rp3.750/liter dan kemudian dijual para tersangka ke masyarakat dengan harga Rp4.250-4.500/liter,” ujarnya.

Tersangka Khaerudin mengaku setiap hari ada lima sopir truk tangki PT Pertamina yang menjual sebagian muatannya kepada dirinya.

“Praktik seperti ini telah berjalan sejak tiga bulan lalu dan BBM hasil penadahan kami jual ke penjual bensin eceran atau masyarakat umum,” terang Khaerudin yang mengaku selaku pengelola gudang yang dijadikan tempat transaksi. Para tersangka dijerat dengan Pasal 480 KUHP tentang Penadahan.**RIF/FR

 

Tue, 11 Dec 2012 @07:55

Copyright © 2014 cv.jurnalis insan sejati (tajampos group) · All Rights Reserved